Pages

Sabtu, 09 April 2011

SKRIPSI: “Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Terhadap Penggunaan Facebook”

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan saling bergantung antara yang satu dengan yang lainnya. Untuk dapat menyampaikan maksud dan tujuannya maka manusia perlu berkomunikasi. Proses komunikasi sendiri sudah dimulai jauh sebelum manusia mengenal peradaban. Bedanya dulu manusia berkomunikasi dengan cara yang sangat sederhana yakni menggunakan simbol atau tanda sedangkan sekarang, manusia telah berkomunikasi dengan alat canggih atau modern. Intinya, perkembangan zaman telah mempengaruhi perkembangan komunikasi itu sendiri.
Komunikasi memiliki beberapa fungsi dan tujuan (Effendy,2001:8) tujuan komunikasi tersebut adalah perubahan sikap (attitude), perubahan pendapat (opinion change), perubahan tingkah laku (behavior change), perubahan sosial (social change) sedangkan fungsi komunikasi adalah menyampaikan informasi, mendidik, menghibur dan mempengaruhi.
Era globalisasi yang didukung oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi tepat guna, telah menghadapkan dunia pada era revolusi industri atau yang lebih dikenal sebagai era informasi. Teknologi yang dianggap paling muktakhir saat ini adalah internet. Internet sendiri muncul berawal dari eksperimen Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada akhir tahun 1960-an yang menghubungkan jaringan riset militer. Internet adalah jaringan (network) komputer terbesar di dunia. Jaringan merupakan istilah  yang  berarti  sekelompok  komputer  yang dihubungkan bersama sehingga dapat  digunakan  untuk  berbagi  informasi  dan  sumber  daya. (Shirky, 1995: 2)
Perkembangan dunia maya atau internet (inter-network) sekarang semakin berkembang, banyak pemuda, pelajar, pebisnis, presiden, bahkan parlemen-parlemen di pemerintahan sebuah negara mengatur pemerintahannya melalui jaringan internet. Jumlah pengguna yang mencapai ratusan juta pengguna membuat internet menjadi budaya dan sebuah kebutuhan di berbagai negara. Internet menjadi kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting, sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet semakin meningkat dengan peningkatan yang cukup besar. Pada Tahun 2000 pemakai internet aktif di Indonesia baru mencapai 2 juta orang, namun pada akhir 2008 pemakai aktif internet di Indonesia sudah mencapai 25 juta orang. (www.vibiznews.com/2009).
Seiring berjalannya waktu banyak situs-situs baru yang bermunculan di internet. Salah satunya adalah situs yang lebih bersifat sosial yakni situs jejaring sosial. Pada tahun 2002 muncul situs jejaring sosial yang bernama Friendster (Fs)  kemudian di ikuti situs sejenisnya seperti Myspace, Multiply, Tagged, Meetup, Linkedin dan pada tahun 2004 muncul situs jejaring sosial yang bernama Facebook (Fb) yang kini mampu menyedot perhatian dunia khususnya Indonesia.
Belakangan ini, jutaan lebih orang sudah dibuat terlena dengan salah satu jejaring pertemanan terbuka yang disebut facebook. Jika dalam lima tahun terakhir jejaring pertemanan yang paling diminati adalah friendster, maka kini perlahan-lahan orang mulai meninggalkan friendster dan beralih ke facebook. Pengguna facebook mulai dari remaja hingga orang tua yang berumur di atas 50 tahun (http://www.detik.com/2009).
Semakin hari facebook semakin berkembang dengan sangat pesat. Hal ini tidak terlepas  dari banyak manfaat dan multi-fungsi yang dimiliki oleh facebook. Tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari teman, facebook juga digunakan untuk wadah berbisnis atau beriklan serta berkampanye. Presiden Amerika Barrack Obama adalah Presiden pertama yang memanfaatkan facebook untuk kampanye via internet, dan kini banyak capres-capres yang mengekor tindakan Obama tersebut. Karena facebook dianggap media  yang berhasil dalam strategi menjalankan politik, kini banyak pejabat-pejabat parlemen di seluruh belahan dunia memanfaatkan situs jejaring sosial ini. Bahkan di Indonesia sendiri, dalam menghadapi pemilu 2009 para politisi yang berkompetisi dalam pemilu memanfaatkan situs ini sebagai media berkampanye, termasuk para calon-calon presiden seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla maupun Megawati Soekarno Putri. (www.detik.com/2009).
Facebook kini sudah menjadi situs jejaring sosial yang merambah sampai ke seluruh pelosok tanah air, salah satunya adalah kota Pekanbaru. Salah satu wadah atau tempat yang menjadi pusat perkembangan teknologi adalah universitas atau kampus, Salah satunya kampus Universitas Riau, Apalagi kini di kampus sudah dilengkapi fasilitas yang memudahkan mahasiswa untuk mengakses internet seperti Wi-Fi (Wireless Fidelity) sehingga mahasiswa yang memiliki laptop bisa dengan mudah mengaksesnya secara gratis. Selain itu juga banyaknya warnet (warung internet) di sekitar lingkungan kampus yang menawarkan tarif Rp.3000,-/jam,  bisa menjadi alternatif tersendiri mahasiswa dalam mengakses internet. Melalui HP (Handphone) yang memiliki layanan internet, juga bisa mengakses internet dengan mudah dimana saja dan kapan saja mau mengaksesnya. Segala kemudahan dan infrastuktur yang tersedia tersebut menunjang meningkatnya pengguna facebook dari waktu ke waktu.
Di FISIP UR sendiri dapat dilihat pada saat waktu-waktu senggang para mahasiswa yang membawa laptop ke kampus banyak kelihatan  memanfaatkan fasilitas Wi-Fi dikampus, dengan mengakses internet khususnya facebook. Sementara itu juga warnet-warnet yang berada disekitar kampus kelihatan selalu ramai orang yang menggunakan jasa internet yang tersedia, dan rata-rata semuanya para mahasiswa yang menggunakan layanan internet tersebut. Hal ini terlihat dari pernyataan oleh Redi Hardian penjaga warnet FB net, ia mengatakan bahwa “Dalam satu tahun belakangan ini warnetnya sering ramai pengunjungnya rata-rata dari kalangan mahasiswa semua itu gara-gara facebook”(Hasil wawancara, 28 November 2009) . Dari pernyataan tersebut terlihat jelas animo mahasiswa terhadap facebook sangat tinggi.
            Facebook dianggap sebagai  bagian dari perkembangan teknologi Informasi yang mau tidak mau akan mempengaruhi kondisi sosial masyarakat, khususnya mahasiswa dalam hal berkomunikasi. Berbicara soal dampak, pasti ada dampak positif ada dampak negatif, Hal itu tergantung penggunanya sendiri.
Semenjak munculnya situs ini berbagai macam pendapat mengenai perkembangan facebook, tak terkecuali kalangan mahasiswa kampus, khususnya mahasiswa ilmu komunikasi fisip Universitas Riau sebagai pengguna facebook. Tentunya ada alasan sendiri dari mereka mengenai facebook sampai mereka tertarik menggunakan situs ini sebagai media pertemanan mereka di dunia maya. Dan tentunya juga sebagai pengguna aktif facebook mereka juga mempunyai persepsi masing-masing terhadap perkembangan facebook yang semakin pesat, terutama mengenai dampak yang ditimbulkan oleh facebook itu sendiri baik itu buat kehidupannya sendiri maupun bagi orang lain. Ditambah lagi beberapa waktu yang lalu adanya pemblokiran facebook di beberapa negara arab seperti Suriah dan Iran, serta adanya isu dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang telah mengeluarkan fatwa haram untuk jejaring facebook (www.detik.com/2009). Selain itu juga baru-baru ini bermunculan berbagai berita yang menghebohkan masyarakat tentang dampak dari penggunaan facebook, seperti kasus penjualan wanita, penculikan anak remaja maupun sampai menghina guru lewat media facebook (www.liputan6.com/2010).  Untuk itu dengan mengacu pada fenomena-fenomena yang terjadi di atas maka penulis berniat melakukan penelitian dengan judul “Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Terhadap Penggunaan Facebook”.

1.2  Rumusan Masalah
Tingginya minat masyarakat khususnya mahasiswa terhadap jejaring facebook merupakan sebuah fenomena yang layak untuk diteliti. Apa yang menjadi penyebab mahasiswa menjadi sangat tertarik menggunakan account facebook dan Sejauh mana persepsi mahasiswa  terhadap penggunaan facebook tersebut. Pada penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Riau, karena sebagai mahasiswa ilmu komunikasi selayaknya dan memang dituntut untuk mengetahui, memahami dan dapat menggunakan teknologi terbaru yang sedang pesat berkembang di masyarakat dunia.

1.3  Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :
  1. Bagaimana persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Riau terhadap penggunaan facebook ?
  2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Riau terhadap penggunaan facebook ?
      
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1.      Untuk mengetahui persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Riau terhadap penggunaan facebook.
2.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Riau terhadap penggunaan facebook


1.5. Kegunaan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengklasifikasikan kegunaan dari penelitian ini sebagai berikut:
a.    Kegunaan Akademis
1.    Untuk menambah wawasan dan referensi di bidang ilmu penelitian komunikasi terutama dalam meneliti persepsi mahasiswa terhadap penggunaan facebook.
2.    Sumbangsih pikiran penulis kepada UR, serta mahasiswa ilmu komunikasi khususnya.
b.  Kegunaan Praktis
1.    Sebagai masukan bagi Praktisi atau pihak-pihak yang berkepentingan mengenai penggunaan facebook.
2.    Sebagai referensi mahasiswa dan masyarakat umum yang membutuhkan.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

     2.1 Komunikasi
Istilah komunikasi dalam bahasa inggris adalah Communication berasal dari bahasa latin yaitu communication dan bersumber dari kata communis yang bearti sama, sama maksudnya adalah sama makna (Effendy, 2004:9). Jadi komunikasi adalah kesamaan makna yang dialami saat pesan disampaikan dari komunikator kepada komunikan. Dua para ahli yang memiliki pandangan berbeda terhadap pengertian komunikasi yaitu Everett M.Rogers, mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka, sedangkan menurut Raymond S. Ross, komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respon dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksud komunikator (Mulyana, 2002:62).
Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran simbol atau lambing-lambang yang kemudian disebut pesan dari komunikator (pengirim) kepada komunikan (penerima) sehingga komunikator membantu pendengar membangkitkan makna atau respon dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator.
Proses komunikasi adalah proses pemakaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Pikiran tersebut dapat berupa idea, opini, mengenai hal yang konkret maupun yang abstrak. Bukan saja tentang suatu hal atau peristiwa yang terjadi pada saat sekarang, melainkan juga pada pada waktu yang lalu dan masa yang akan datang. Sedangkan lambang sebagai media primer dalam proses komunikiasi adalah bahasa, kiat, isyarat, gambar, warna dan lain sebagainya (Effendy, 2004:11).
Proses komunikasi yang terlihat di dalamnya adalah komunikator dan komunikan dalam suatu interaksi, komunikator menjadi suatu pesan, lalu menyampaikannya kepada komunikan, dan komunikan mengawasi pesan tersebut. Sampai disitu komunikator menjadi encoder dan komunikan menjadi decoder. Sehingga dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi merupakan transfer informasi atau pesan-pesan dari komunikator kepada komunikan (Effendy, 2004:14).
Pemaparan dan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa fungsi atau komunikasi sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Tanpa komunikasi kita tidak dapat berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada satupun manusia yang dapat bertahan untuk tidak berkomunikasi karena dalam setiap kegiatan atau aktivitas manusia melakukan komunikasi atau interaksi dengan baik. Baik melakukan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.


     2.2 Komunikasi Massa
2.2.1 Pengertian Komunikasi Massa
Secara umum menurut para ahli komunikasi, komunikasi massa dikatakan sebagai komunikasi yang dilakukan melalui media massa dan ditujukan kepada sejumlah orang, lebih jelasnya di bawah ini akan dikemukakan pengertian komunikasi massa menurut para ahli komunikasi.
Menurut Bittner komunikasi massa adalah mass communication is message communicated through a mass medium to a large number of people (pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (Rakhmat, 1999:188). Maksudnya adalah pesan yang akan disampaikan oleh komunikator kepada komunikan menggunakan media massa sebagai saluran penyampaian pesan  dengan jumlah komunikan yang besar.
Jallaludin Rakhmat mengartikan komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan massa sebagai “jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak dan elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat” (Rakhmat, 1999:189).
2.2.2  Ciri-Ciri Komunikasi Massa
Ciri-ciri dari komunikasi massa menurut Onong uchajana Effendy adalah sebagai berikut:

“1.Komunikasi massa berlangsung satu arah
Dalam komunikasi massa tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunikator. Hal ini bearti bahwa komunikator tidak dapat mengetahui tanggapan komunikan pada saat proses komunikasi tersebut berlangsung.
2.  Komunikator pada komunikasi melembaga
Media massa sebagai saluran komunikasi massa merupakan lembaga pesan disampaikan melalui komunikasinya. Komunikator pada media massa bertindak atas nama lembaga, sejalan dengan kebijaksanaan lembaga yang diwakilinya.
3.  Pesan pada komunikasi massa bersifat umum
Pesan yang disampaikan melalui media massa bersifat umum karena ditujukan kepada umum dan isinya mengenai kepentingan umum termasuk mengenai segala hal yang berasal dari berbagai tempat di seluruh penjuru. Jadi, isi pesan dalam komunikasi massa tidak ditujukan kepada perseorangan atau kelompok orang tertentu. 
4.   Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan.
Media massa mampu menimbulkan keserempakan kepada khalayak dalam menerima pesan-pesan yang disebarkan. Pesan-pesan yang disebarkan oleh media massa tersebut secara serempak bersama-sama, diterima oleh khalayak.
5.   Komunikan bersifat heterogen
Khalayak atau kumpulan anggota masyarakat yang terlibat dalam proses komunikasi massa sebagai sasaran yang dituju komunikator. Bersifat heterogen/ beragam. Keberadaanya terpencar-pencar, tidak saling mengenal (anonim), tidak memiliki kontak pribadi dan masing-masing berbeda dalam hal usia, jenis kelamin, agama, idiologi, pendidikan, pengalaman, kebudayaan” (Effendy, 1990:20).

2.2.3  Fungsi Komunikasi Massa

Pakar komunikasi, Harold D. Lasswell (Effendy, 2005: 27), menampilkan pendapatnya mengenai fungsi komunikasi. Dikatakan bahwa proses komunikasi di masyarakat menunjukkan tiga fungsi yaitu:
“1. Pengamatan terhadap lingkungan (the surveillance of the environment). Penyingkapan ancamadan kesempatan yang mempengaruhi nilai masyarakat dan bagian-bagian unsure di dalamnya.
2. Korelasi unsur-unsur masyarakat ketika menanggapi lingkungan (correlation of the components of society in making a response to the environment
3.   Penyebaran warisan sosial (transmission of the social inheritance). Disini berperan para pendidik. Baik dalam kehidupan rumah tangganya maupun sekolah. Yang meneruskan warisan sosial kepada keturunan berikutnya”. 

Tiga fungsi proses komunikasi yang dijelaskan diatas, ada juga pendapat para ahli lain lain yang mempunyai perbedaan pendapat mengenai fungsi komunikasi yaitu : menurut Dominick (2001), yang ditulis Elvinaro dan Lukiati dalam bukunya Komunikasi massa suatu pengantar, fungsi komunikasi massa terdiri dari:
“1. Surveilance (pengawasan)
Fungsi pengawasan komunikasi massa pertama, Warning or beware surveillance (pengawasan peringatan) terjadi ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, meletusnya gunung merapi, kondisi efek yang memperihatinkan dan sebagainya. Peringatan ini dengan serta merta dapat menjadi ancaman. Kedua, instrunmental surveillance (pengawasan instrumental) yaitu penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari.
2.   Interpretation (penafsiran)
Fungsi penafsiran hampir mirip denngan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Tujuan penafsiran media ingin mengajak para poembaca atau pemirsa untuk memperluas wawasan dan membahasnya lebih lanjut dalam komunikasi antar personalatau komunikasi kelompok.
a.       Linkage (pertalian)
Media massa dapat menyatukan anggita masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingandan minat yang sama tentang sesuatu.
b.      Transmission of valnes (penyebaran nilai-nilai)
Fungsi ini disebut juga socialization (sosialisasi). Sosialisasi mengacu kepada cara, dimana individu  mengadopsi dan nilai kelompok.
c.       Entertainment (hiburan)
Sulit dibantah lagi bahwa pada keyataannya hampir semua media menjalankan fungsi hiburan dengan tujuan untuk mengurangi ketegangan pikiran khalayak, karena dengan membaca berita-berita ringan atau melihat tayangan hiburan di televise dapat membuat pikiran khalayak segar kembali”.(Effendy,1990:20)


2.3  Internet

Internet merupakan sistem komunikasi hubungan jarak jauh dari berbagai jaringan komputer yang dihubungkan melalui modem dan jalur telepon. (Koswara, 1998:32). Manfaat sistem komunikasi yang berjaringan ini dengan cepat ditangkap oleh peneliti dan pendidik secara umum. Akhir-akhir ini melalui layanan web-tv, internet hadir untuk publik. Pada keadaan seperti inipun masih ada beberapa orang yang tidak setuju bahwa internet merupakan sebuah media massa baru. (Severin, Tandkard, 2005:443).
Pada mulanya internet dikembangkan oleh ARPA (Advanced Research Projects Agency), pada tahun 1960-an, yaitu sebuah jaringan eksperimen milik pemerintah Amerika Serikat yang berbasis komunikasi data paket. Jaringan ini bertujuan untuk menghubungkan para peneliti ke pusat komputer sehingga para peneliti bisa menggunakan sarana komputer bersama-sama, antara lain database dan diskspace. Kegiatan ini di sponsori oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat bersama ARPA (Advanced Research Projects Agency). Pengambangan jaringan komputer menggunakan Network Control Protocol (NCP), jumlahnya pada saat itu baru empat buah. Pada tahun 1980 Arpanet terpecah menjadi dua, yaitu Arpanet dan Milnet (Military Network). Kedua jaringan ini masih mempunyai hubungan sehingga komunikasi antarjaringan masih tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut Darpa internet, tetapi dikenal dengan nama internet saja. Tahun 1983 NCP digantikan dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Control Protocol) sehingga berbagai jenis komputer bisa saling   berkomunikasi dengan baik. Sampai juli 1995, komputer yang dihubungkan lebih dari 6.500.000, menghubungkan sekitar 25.000 jaringan, tersebar di lebih dari 100 negara. Sekitar 30 juta orang dapat saling mengirim pesan melalui internet dan jaringan lain yang terhubung. Penelusuran informasi dapat dilakukan melalui directory atau search engine dari yahoo, alta vista, excite, infoseek, dan lain-lain (Bland, Theaker, Wragg, 2004:185).
Internet atau interconnection networking telah membentuk ruang dan waktu baru, yang bersifat nirjarak dan nirwaktu, yang disebut Cyberspace. Dalam ruang waktu baru ini, kita tidak perlu naik pesawat untuk mengikuti pertemuan antar mahasiswa di Negara lain. Juga kita tidak bisa dibatasi untuk membaca atau mengakses berbagai berita dari media-media internasional. Banyak ini bisa dipecahkan diujung jari kita, semua bisa kita selesaikan melalui Cyberspace. Kata Cyberspace pertama kali digunakan dan diopulerkan oleh William Gibson dalam novel fantasi ilmiahnya , Neuromance, yang terbit pada tahun 1984. Di Cyberspace, segala bentuk media komunikasi yang kita kenal: face-to-face meeting, telepon, fax, surat, surat kabar, majalah, radio, TV, film telah bermutasi menjadi Telecomperence, i-phone (internet telepon), i-fax (internet fax), e-mail (electronic mail), e-magazine (electronic magazine), dan seterusnya. Dengan internet kita memasuki ruang-waktu baru yang bersifat nirjarak dan nirwaktu, dan kita menjumpai hampir seluruh bentuk media komunikasi yang kita enal berkovegensi menyatu disana, membuatnya disebut multimedia. Dewasa ini internet telah menjadi sedemikian besar dan berdaya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat diabaikan (LaQuey,  1997:1).
Layanan yang sering diakses oleh masyarakat karena dianggap lebih menguntungkan dan banyak manfaatnya. Layanan itu antara lain :
1.  Chating     : Merupakan layanan yang dipakai untuk melakukan percakapan melalui internet dengan cara mengetikkan kata-kata lewat keyboard komputer dan tidak dibatasi oleh negara, wilayah, atau tempat dimana berada, dalam satu ruangan yang disebut chanet.
2. Transfer File : Salah satu manfaat internet adalah dapat mengambil file-file yang disimpan komputer yang letaknya jauh. Layanan ini diakses dengan menggunakan program yang disebut ftp mail (File transfer protocol via e- mail). Ftp mail tidak hanya dapat digunakan untuk mengambil file teks, namun juga digunakan untuk mengambil sofware yang tersedia untuk publik. Program komputer ini diakses dalam bentuk terkodekan, dan membukanya dengan menggunakan kode sebelum menggunakannya.
3.  News Groups : Merupakan forum publik untuk diskusi berbagai jenis topik percakapan. Pada News Group percakapan yang dilakukan lebih terorganisir dengan topik yang luas. Terdapat News Group dengan sejumlah besar topik, mulai dari sulap sampai koleksi resep masakan.
4.  Mailling List : Merupakan mekanisme diskusi publik lewat alamat  E-Mail sentral yang kemudian pengirim mendapatkan E-Mail balasan berdasarkan daftar pelanggan. Topik diskusi sangat beragam mulai dari berita yang sedang terjadi sampai pada topik yang sifatnya pribadi.
5 .  Berlangganan Majalah Elektronis : Berlangganan majalah elektronis di internet jauh lebih menguntungkan. Karena majalah elektronis sampai dipelanggan dalam sekejap, bukan lagi harian atau mingguan karena menunggu pengiriman. Keuntungan lainnya adalah informasi yang ada di dalamnya dapat di-update setiap saat. Topik yang ada di dalamnya juga beragam, tingkat formalitas dan jadwal penerbitnya juga bervariasi.
6.   E-Mail (Elektronic Mail) : Merupakan bentuk komunikasi elektronik yang terdistribusi paling luas didunia. Lewat E-Mail yang dikirim maka suatu komunikasi akan terjalin”. (Shirky, 1995: 82 ).

Secara umum, banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari internet, antara lain:
“1.  Sumber Informasi
Internet merupakan sumber informasi yang sangat luas. Dari internet, kita tidak hanya bisa menerima informasi berupa berita politik, ekonomi, pengetahuan, pelajaran sekolah dan olah raga, tapi pengertiannya jauh lebih luas. Banyak sekali informasi yang dapat kita peroleh dari internet, mulai informasi yang dapat dipercara sampai informasi yang tidak dapat dipercaya, seperti gossip, fitnah dsb.

2.  Sarana Komunikasi
Ada beberapa bentuk komunikasi yang bisa kita lakukan via Internet, antara lain:

a.   InternetPhone: Fasilitas telepon melalui internet digunakan untuk menelepon ke mana saja ke seluruh dunia dengan pulsa lokal. Selain itu, wajah lawan bicara anda bias tampak di layar monitor anda (seperti fasilitas 3G). Sayang kita masih belum bisa mengaksesnya di Indonesia, karena masih ada undang-undang hak monopoli komunikasi oleh Telkom.
b. Berkirim Surat elektronik: Melalui fasilitas email yang disediakan   Internet, kita bisa berkirim surat pada seseorang di negara bagian manapun, dengan langkah yang sangat mudah dan waktu yang sangat singkat. Kita hanya butuh mengetikkan surat yang akan kita kirim, lalu Send pada alamat email yang akan kita tuju. Selain mudah, cepat dan praktis, fasilitas ini pun gratis.
c. Chatting: Dengan menggunakan fasilitas chatting, kita bisa mengobrol dengan siapa saja yang mungkin berada di negara yang sangat jauh atau sangat dekat dengan kita. Pada fasilitas ini, kita mengobrol bukan melalui suara, namun melalui tulisan yang kita sampaikan pada lawan bicara kita. Dengan fasilitas Chatting ini, kita bisa menambah teman dari berbagai belahan dunia, serta menambah pengetahuan tentang bahasa dan kebiasaan orang lain.Kita juga bisa melihat wajah lawan bicara bila ada fasilitas tambahan berupa web cam.
3.      Sarana melakukan transaksi dagang
Di Internet, kita dapat menjual atau membeli barang. Saat ini, di internet sudah banyak Online Shop (toko online). Secara fisik tidak berbentuk toko, tapi menyediakan situs web sehingga anda dapat memesan barang yang anda inginkan, mengisi formulir yang disediakan, memilih spesifikasi barang yang anda inginkan, lalu klik buy. Pembayaran dilakukan melalui internet dengan kartu kredit. Beberapa hari kemudian, barang pesanan anda dikirim ke rumah.

4.      Tempat diskusi / sharing
Di internet ada banyak forum diskusi yang bisa kita ikuti. Kita bisa memberikan komentar atas topik yang sedang dibicarakan atau membuat topik baru untuk didiskusikan. Dengan fasilitas ini, kita bisa belajar untuk mengeluarkan pendapat dan bersosialisasi dengan sesama.
5.            Sarana Pemasangan Iklan baris
Internet bisa kita jadikan sarana pemasangan iklan baris yang paling efisien. Kita hanya perlu mengisi formulir yang tersedia, menulis pesan iklan yang kita inginkan, lalu klik kirim. Sangat mudah karena hanya dalam beberapa detik, iklan tersebut sudah dimuat di Internet dan bisa dibaca oleh siapapun di seluruh dunia, serta gratis”. (http://stikom.blogspot.com/2008)



2.4  Facebook

Facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya. Facebook diluncurkan pada 4 Februari 2004, didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard University dan mantan murid Ardsley High School. Nama facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di Amerika Serikat. Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.(www.kompas.com/2008).
Menurut surat kabar kompas, Situs komunitas atau situs pertemanan pada saat ini berkembang sangat pesat. Memudahkan seseorang untuk berkoneksi dengan teman lama atau pun baru dan memungkinkan dia untuk melakukan poertemanan di seluruh dunia dan membuat jaringan di seluruh dunia. Kemudian, terlahir satu situs pertemanan yang bernama friendster dan memilki  jutaan anggota di dalamnya. Kesuksesan situs friendster disusul oleh kelahiran situs pertemanan bernama facebook yang juga tidak kalah menarik perhatian para internet user, bahkan mengalahkan kepopuleran friendster. Kedua situs tersebut (friendster dan facebook), masuk kedalam kategori social networking website yang dalam bahasa Indonesianya sering disebut, jaringan sosial. Situs yang tidak hanya digunakan untuk melakukan pertemanan tapi juga untuk tetap mengup-date diri anda dengan berita dan kabar terbaru tentang teman pengguna situs tersebut. Dalam kedua situs tersebut pengguna sama sama dapat berbagi profile, foto dan video.
Menurut Prof. Razak Thaha, kehendak untuk menjaga pertemanan ini terfasilitasi dengan baik di facebook. Disini, kita boleh mengungkapkan apa saja tentang kita, kekurangan ataupun kelebihan. Boleh berteman dengan siapa, kapan, dan dimana saja, karena disini tidak ada batas sosial, tempat, serta waktunya. Tak pernah pula ada yang namanya intrik, apalagi rebutan teman atau pengaruh. Mungkin inilah yang membuat facebook sangat digandrungi. Pertemanan maya ini sangat berbeda dengan pertemanan nyata. Di dunia nyata, meski kita tahu pentingnya berteman, tapi kadang kita lebih memilih bermusuhan. Karena itu, demam facebook boleh terjadi dimana-mana. Ini tidak salah, sebagai alat untuk membantu pertemanan di dunia nyata. Bila karena facebook, kita makin akrab dengan teman nyata, ini sangat dianjurkan. Tapi bila menjadi abai, lebih baik ditinggalkan.(Jawa pos, 23 Maret 2009)
Sedangkan menurut Enda Nasution sebagai pengamat media sosial, ia mengatakan facebook adalah situs media sosial yang membuat semua fiturnya benar-benar bersifat sosial. Semua yang dilakukan oleh pemakainya, dari menulis status, memasang foto, hingga menulis catatan, akan dengan segera diberitahukan kepada teman-temannya yang bisa dengan segera mengomentarinya. Tambahnya lagi bahwa Kesibukan pekerjaan dan jauhnya tempat kerja dari rumah membuat kesempatan masyarakat perkotaan berinteraksi secara intens makin terbatas. Yang ada hanya hubungan sambil lalu. Padahal orang punya kebutuhan psikososial untuk berkomunikasi dan membina hubungan interpersonal. Facebook menarik banyak peminat karena bisa memfasilitasi kebutuhan ini dan memberikan sarana kontak sosial dan perluasan pergaulan meski tanpa bertatap muka. (http://wiki.developers.facebook.com/2009)
Jejaring sosial pada umumnya memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh  pengguna dalam hal:
“1.      Memperluas interaksi berdasarkan kesamaan nilai yang dimiliki masing-masing individu, misalnya interaksi dalam hal kesukaan/hobby, kesamaan karakteristik tertentu (orang kembar, bookaholic, indigo dan sebagainya) ataupun pernah berinteraksi dalam kurun waktu tertentu dan dalam tempat tertentu, sehingga melahirkan nostalgia yang bisa dirasakan bersama.
2.       Menambah wawasan dan atau pengetahuan dengan sarana information     sharing dan comment, misalnya pencurahan ide yang bisa diedit secara bersama melalui fasilitas comment dan atau jawaban dari masing-masing catatan.
3.       Pencitraan atau memasarkan diri secara artian positif, dalam hal ini juga berkaitan dengan prestige dan kemauan untuk update teknologi informasi, misalnya pada perkembangan seseorang yang ingin menemukan pasangan hidup dan atau unjuk kemampuan dalam hal teknologi informasi. Hal ini berlaku juga sebagai media kampanye politik kepada publik, masih ingat ketika Presiden Amerika Serikat yang baru, Barack Obama menggunakan Facebook untuk kampanye kepada audiensnya.
4.       Dalam eskalasi lebih lanjut bisa juga sarana ini sebagai media intelijen,     pengungkapan berbagai kasus kejahatan/hukum, media pertolongan (mencari anak hilang) dan sarana Citizen Journalism.
5.    Terakhir adalah sebagai media rekreatif atau cuci mata setelah ditempa oleh beratnya beban pemikiran, misalnya melihat film lucu, penemuan baru, permainan/game dan lain sebagainya”(http://en.wikipedia.org/wiki/2009)




2.5  Persepsi
2.5.1 Pengertian Persepsi
Persepsi diatikan sebagai suatu proses memperhatikan dan menyeleksi, mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus lingkungan. Proses memperhatikan dan menyeleksi terjadi karena setiap saat panca indra (indra pendengar, perasa, penglihatan, penciuman, dan indra peraba) dihadapkan pada begitu banyak stimulus lingkungan (Gitosudarmo dan Sudita, 2000:16).
Persepsi juga merupakan proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Dengan kata lain, persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Menurut Desiderato (1976:129) (dalam Rahkmat, 2003:51) persepsi ialah memberikan makna pada stimuli inderawi (sensory stimuly). Hubungan sensasi dengan persepsi sudah jalas sensasi adalah bagian dari persepsi. Walaupun begitu, menafsirkan makna informasi inderawi tidak hanya melibatkan sensasi, tetapi juga atensi, motivasi, dan memori.
Persepsi juga dapat diartikan sebagai proses internal yang memungkinkan individu untuk memilih, mengorganisasikan dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan dan proses tersebut dapat mempengaruhi perilaku seseorang (Mulyana, 2005: 167). Persepsi sepeti itu juga sensasi ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional.



2.5.2  Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Faktor yang mempengaruhi suatu persepsi individu ataupun kelompok terhadap suatu objek lain :
“1.  faktor yang ada pada perilaku persepsi (perceiver)
Yang meliputi sikap, kebutuhan atau motif, kepentingan atau minat, pengalaman dan pengharapan individu.
2.  Faktor yang pada objek atau target
Yang dipersepsikan meliputi hal-hal baru, gerakan bunyi, ukuran, latar belakang dan kedekatan
3.  Faktor konteks situasi dimana persepsi dilakukan
Yang meliputi waktu, keadaan atau tempat dan keadaan sosial” (Rivai, 2003:231).


 Faktor lain yang menentukan sebuah persepsi adalah faktor fungsional yang berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal lainnya yang dianggap personal. Menurut david Krech dan Richad S. Crutchfield (1997:235) seperti (dalam Rakhmat, 2003: 51), faktor fungsional dan faktor struktural sangat mempengaruhi persepsi, faktor tersebut antara lain :
“a.  Faktor fungsional
Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal lain yang termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor-faktor personal yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk stimuli, tetapi karakteristik orang yang memberikan respon pada stimuli itu.
 b.  Faktor struktural
Faktor struktural yang berasal semata-mata dari stimuli fisik dan efek-efek  syaraf yang ditimbulkannya pada system syaraf individu. Menurut Kohler (1957: 29) (dalam Rakhmat, 2003:58) yaitu : bagian-bagian medan yang terpisah (dari medan persepsi) berada dalam interdependensi yang dinamis (yakni dalam interaksi dan karena itu dinamika khusus dalam interaksi ini menentukan distribusi) fakta dan kualitas lokalnya maksudnya adalah jika kita ingin memahami suatu peristiwa, kita tidak dapat hubungan keseluruhan. Untuk memahami seseorang, kita harus melihatnya dalam konteksnya, dalam lingkungan, dalam masalah yang dihadapi”.


2.6   Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran adalah sebagai seperangkat konsep dan definisi yang saling berhubungan yang mencerminkan suatu pandangan yang sistematik mengenai fenomena dan bertujuan untuk menerangkan dan meramalkan fenomena. Kerangka pemikiran dimaksudkan untuk memberikan gambaran atau batasan-batasan tentang teori-teori yang akan dipakai sebagai landasan penelitian yang akan dilakukan.
Teori dipergunakan untuk memperjelas suatu masalah yang akan diteliti dan untuk mencapai satuan pengetahuan yang sistematis serta membantu atau membimbing peneliti dalam penelitiannya. Menurut Kerlinger, teori adalah himpunan konsep (Konstruk), definisi, dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi diantara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut (Rakhmat, 2004:6).
Setiap penelitian ini memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir dalam memecahkan atau menyoroti masalahnya. Untuk itu perlu disusun kerangka teori yang memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana masalah penelitian akan disoroti (Nawawi, 2001:39-40).
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka peneliti akan mencari dan menggunakan teori-teori yang relevan sebagai pokok pikiran dalam rangka pemecahan masalah-masalah yang akan diteliti. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori S-O-R karena teori ini merupakan teori yang relevan dan cocok digunakan dengan masalah ini.
Teori S-O-R merupakan teori komunikasi sebagai singkatan dari Stimulus-organism-response. Menurut teori ini, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seeorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan (Effendi, 2005: 254). Jadi unsur-unsur dalam teori ini adalah: (a) pesan (Stimulus,S), (b) Komunikan (Organism, O), dan (c) efek (Respon, R).
Janis dan Kelly mengemukakan bahwa dalam teori ini ada tiga unsur yang sangat penting yaitu:
 “1.   Pesan (Stimulus)
Pesan adalah lambing-lambang baik verbal maupun non verbal yang mengandung makna tertentu.
2.   Komunikan (organisme)
Komunikan adalah orang-orang yang dijadikan sasaran untuk menerima pesan-pesan tertentu.
3.   Efek (respons)
Efek adalah reaksi dari komunikan atas pesan yang didapatkannya dari si komunikator” (dalam Effendy, 2003:253-254).


Menurut teori S-O-R efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan.



Gambar 2.1
Gambar Model S-O-R









STIMULUS
(pesan yang disampaikan melalui media facebook)
 


Organisme:
-          Perhatian
-          Pengertian
-          Penerimaan
 

 



Perubahan Sikap
(persepsi) :
-          Pengetahuan
-          Asumsi
-          Perasaan
-          Penilaian
-          Motivasi
-          Sikap
 

Sumber: Effendy, 1993: 255)
Gambar diatas menunjukkan bahwa perubahan sikap bergantung pada proses yang terjadi pada individu. Stimulus atau pesan yang akan disampaikan mungkin diterima atau mungkin ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan . Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan menerimanya maka terjadilah kesediaan untuk merubah sikap.

Pada dasarnya masyarakat atau komunikan apabila diberikan stimulus atau rangsangan-rangsangan oleh komunikator akan memberikan reaksi khusus terhadap stimulus tersebut disampaikan dengan cara yang tidak menggunakan teknik-teknik penyampaian sebuah pesan yanng menarik maka hal itu pasti tidak akan membuat komunikan tertarik dan mengikuti maksud pesan tersebut.
Selain itu peneliti juga menggunakan model Seiler atau di sebut juga dengan model komunikasi dua arah. Pada model ini komponen utama dari komunikasi adalah pengirim pesan, penerima pesan, pesan, saluran dan balikan. Adapun model tersebut adalah seperti terdapat pada gambar berikut ini:

Gambar 2.2
Model Komunikasi Dua Arah



 







                                                                        balika
Sumber: William J. Seiler (Muhammad, 2004: 13).
Pada model ini pengirim pesan memiliki empat peranan yaitu menentukan arti apa yang akan dikomunikasikan, menyandikan arti ke dalam suatu pesan, mengirimkan pesan dan mengamati, serta bereaksi terhadap respon dari penerima pesan.
Pengertian message atau pesan adalah sama dengan stimulus yang dihasilkan oleh sumber. Pesan ini mungkin berisi kata-kata, tata bahasa, pengorganisasian, penampilan, gerak badan, suara, kepribadian, konsepsi diri, gaya lingkungan dan ganguan. Setiap stimulus yang mempengaruhi penerima adalah suatu pesan apakah itu disengaja atau tidak.
Istilah channel atau saluran yang dimaksudkan dalam model ini adalah jalan yang dilalui pesan dari sumber kepada penerima. Saluran komunikasi yang biasa adalah gelombang suara dan gelombang cahaya sehingga kita dapat mendengar dan melihat satu sama lain. Banyak nalat-alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan tetapi saluran utama adalah gelombang suara dan cahaya.
Komponen penerima dapat seorang individu atau banyak individu yang mempunyai tugas menganalisis dan menginterpretasikan pesan balik disengaja maupun tidak disengaja. Kita dapat secara serentak menjadi seorang penerima pesan dan dapat juga sebagai seorang pengirim.
Internet adalah medium dua arah. Ini adalah cerminan bahwa pengguna internet dapat menciptakan konten dan mempublikasikannya ke internet agar user lain dapat mengkonsumsinya. Sama halnya juga dengan situs jejaring sosial yang merupakan komunikasi dua arah seperti friendster atau facebook, flickr, dll, karena website ini menggunakan teknologi Web 2.0  yang mampu menampung ide/gagasan dari semua pihak, baik pemilik website itu sendiri maupun pengunjungnya.
Pada facebook sendiri terjadinya komunikasi dua arah di dukung oleh adanya fasilitas-fasilitas yang menyediakan terjadinya proses komunikasi dua arah tersebut di antaranya adalah message sebagai tempat mengirim pesan maupun menerima pesan, chatroom sebagai tempat saling berinteraksi atau tempat curhat sesama pengguna facebook, wall atau dapat di sebut juga dengan status anda tentang apa yang anda pikirkan sekarang yang bisa langsung dikomentar oleh teman-teman yang ada di dalam facebook tersebut dan fasilitas-fasilitas lainnya yang mendukung terjadinya proses komunikasi dua arah tersebut.












BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian
Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif dipandang lebih relevan untuk digunakan di dalam mengamati dan menganalisa fenomena-fenomena sosial di dalam masyarakat. Menurut Williams (dalam Faisal, 1995:39) penelitian kualitatif merupakan metode yang efektif untuk mengetahui ; (a) makna perilaku individu, (b) deskripsi suatu situasi sosial dan interaksinya yang kompleks yang dilakukan oleh individu, (c) pengkajian untuk menemukan informasi baru, (d) fokus yang mendalam dan rinci dari suatu hal yang terbatas jumlahnya, (e) sebuah deskripsi dari fenomena yang digunakan untuk menyusun dan merumuskan teori, (f) fokus pada interaksi individu dan prosesnya, dan (g) untuk mengetahui uraian dengan konteks dan kesimpulan. pendekatan kualitatif pada suatu penelitian sangat tepat digunakan pada penelitian perilaku atau budaya pada situasi sosial. Selain itu, Spradley juga menyatakan bahwa penelitian etnografis cendrung menggunakan pola siklus, dimana siklus sebuah penelitian dimulai dengan sebuah fenomena sosial yang hendak diteliti, pengumpulan data sampai dengan tahap penelitian data. (Spradley, 1980:188).
Kirk dan Miller (dalam Moleong, 2000:21) menyatakan bahwa penelitian kualitatif sebagai tradisi tertetu di dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam lingkup kawasannya sendiri dan berhubungan dengan individu lainnya dalam bahasan dan peristilahannya. Selain itu, metodelogi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari individu-individu serta prilaku yang diamati.

3.2    Lokasi dan Jadwal Penelitian
3.2.1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Jl. Kampus Bina Widya Panam Pekanbaru.

      3.2.2. Jadwal Penelitian
      Jadwal penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Januari 2010.
Penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu:
1.      Tahap Persiapan                                                            : Oktober 2009
- Penentuan lokasi dan penyiapan alat-alat ukur
2.      Tahap Pelaksanaan                                                         : Oktober-November2009
- Wawancara
3.      Tahap Analisis Data                                                      :  Desember 2009
-          Processing
4.      Tahap Pelaporan                                                             : Januari 2010

3.3  Subjek dan Objek Penelitian
3.3.1 Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2005-2008 terhadap Penggunaan facebook.
3.3.2 Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah persepsi  Mahasiswa Reguler Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau tahun akademis 2005 sampai dengan tahun 2008.

3.4  Pengambilan Sampel
Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti. Dalam hubungan ini, lazimnya didasarkan atas kriteria atau pertimbangan tertentu, jadi tidak melalui proses pemilihan sebagaimana yang dilakukan dalam teknik random (Faisal,2005:67). Sampel yang purposive adalah sampel yang dipilih dengan cermat hingga relevan dengan disain penelitian.  Peneliti akan berusaha agar informan dalam penelitian mewakili keseluruhan objek penelitian (Nasution,1982:113). Teknik ini mencakup orang-orang yang diseleksi atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang dibuat peneliti berdasarkan tujuan penelitian. (Sukandarrumidi, 2002:65). Informan dalam penelitian ini akan penulis ambil dari setiap angkatan masing-masing sebanyak 5 orang mahasiswa yang aktif menggunakan facebook sehingga total keseluruhan informan yang akan diteliti berjumlah 20 orang.
Adapun kriteria dari informan yaitu:
a.       Informan adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau yang masih aktif  kuliah.
b.      Informan memiliki dan menggunakan media facebook secara aktif.

3.5 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Dapat dilihat penjelasannya di bawah ini yaitu :
a.       Data Primer : data yang dihimpun secara langsung dari sumber berupa tanggapan langsung Informan yang didapat melalui Wawancara dan Observasi. Data primer disebut juga data asli atau data baru. Data ini juga diperoleh langsung dilapangan oleh penulis.
b.      Data Sekunder : data pendukung penulis yang didapat dari bacaan-bacaan atau laporan-laporan peneliti terdahulu biasanya berupa arsip kepustakaan. Data sekunder ini disebut juga data tersedia. Data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, majalah, internet dan sumber lain yang relevan dengan penelitian mengenai Persepsi Mahasiswa terhadap perkembangan facebook di kampus.




3.6  Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data, bertujuan agar data-data yang dikumpulkan relevan dengan permasalahan penelitian. Adapun teknik-teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1.      Teknik Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada gejala yang tampak pada objek penelitian (Margono, 1997:158). Observasi sebagai pengumpul data, dapat dikatakan berfungsi ganda, sederhana dan dapat dilakukan tanpa banyak biaya. Observasi juga berfungsi sebagai eksplorasi Artinya selain mendapat gambaran yang jelas, juga dapat dilakukan pengamatan dari berbagai perubahan yang terjadi dan tertera dalam landasan pemikiran. Dengan kata lain, observasi adalah kegiatan mengamati secara langsung, tanpa mediator, suatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tersebut.
2.      Wawancara
Wawancara (interview), merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak berstruktur, dan individual. Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara dimana pewawancara dapat dengan leluasa memberikan pertanyaan dari berbagai segi dan arah untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan mendalam. Wawancara tidak berstruktur sangat memadai dalam penelitian kualitatif (Bungin, 2005:67).
3.    Teknik Dokumentasi
Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi yakni dengan mencari data mengenai hal-hal atau varibel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2003: 207).

3.7  Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilahnya menjadi satuan yang kemudian dikelola, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat dipublikasikan.
Untuk menganalisis data secara kualitatif, penulis menggunakan analisis data Model Interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1986), yaitu suatu teknik analisis data yang menggambarkan sifat interaktif koleksi data. Lebih lanjut, Miles dan Huberman mengemukakan bahwa data analiysis consists of three flows of activity : data reduction, data display, and conclution drawing veriviation. Di dalam teknik analisis data model interaktif penulis terlibat dalam melakukan perbandingan-perbandingan terhadap data yang telah dikumpulkan. Untuk memperkaya data, bagi tujuan teorisasi, yaitu penjelasan untuk menjawab pertanyaan dari suatu peristiwa atau fenomena yang ditemukan di dalam penelitian (Bungin,2003: 68).



Bagan 3.1
Analisis Data Model Interaktif
Miles & HubermanOval: Data Display








Oval: Data Colection











Gambar diatas menjelaskan bahwa hasil pengumpulan data tersebut perlu direduksi (Data Reduction) atau dilakukan pengolahan data seperti memilah kedalam satu kategori tertentu secara lengkap dimana data yang dikumpulkan diambil dari berbagai sumber sehingga data yang didapat cukup memadai dalam melakukan penelitian. Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian, penyederhanaan, pengabstrakan, transformasi data kasar yang muncul dari catatan di lapangan. Proses redusi data ditandai dengan analisa yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data dalam rangka penarikan kesimpulan.
Seperangkat hasil reduksi data juga perlu diorganisasikan kedalam sebuah bentuk tertentu (Display Data) sehingga terlihat sosoknya secara utuh. Seperti dalam bentuk sketsa (gambaran rancangan), sinopsis (ringkasan/abstraksi), matriks (kerangka/ bagan), grafik, jaringan dan bentuk lain, yang sangat berguna untuk mempertajam pemahan penulis terhadap informasi yang diperoleh. Langkah selanjutnya adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dalam pemaparan  data yang telah diperoleh dilapangan, dan untuk menjelaskan serta menganalisa permasalahan yang diteliti (Conculation Drawing and Verification), penarikan kesimpulan dilakukan secara cermat dengan melakukan tinjauan ulang pada catatan-catatan yang didapat dilapangan sehingga data-data yang ada teruji validitasnya. Sesuai dengan gambar siklus analisis data diatas, prosesnya tidaklah ”sekali jadi” melainkan ”berinteraksi” secara bolak-balik.

3.8  Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data (Validasi dan Akurasi).
1) Perpanjangan keikutsertaan.
Terlibatnya penulis langsung di dalam proses pengumpulan data sangat menentukan hasil yang didapat nantinya. Perpanjangan keikutsertaan maksudnya, penulis tetap berada di lapangan hingga semua data yang diperlukan telah di dapatkan.
2)  Triangulasi.
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi yang paling banyak di gunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya (Moleong, 2005:330).
3) Pengecekan Anggota
Pengecekan dengan anggota yang terlibat dalam proses pengumpulan data sangat penting dalam pemeriksaan derajat kepercayaan. Yang dicek dengan anggota yang terlibat meliputi data, kategoris analisis, penafsiran dan kesimpulan. Para anggota yang terlibat mewakili rekan-rekan mereka dimanfaatkan untuk memberikan reaksi dari segi pandangan dan situasi mereka sendiri terhadap data telah diorganisasikan oleh peneliti.
Pengecekan anggota dapat dilakukan baik secara formal maupun tidak formal. Banyak kesempatan tersedia untuk mengadakan pengecekan anggota, yaitu setiap hari pada waktu peneliti bergaul dengan para subjeknya (Moleong, 2005:335).










BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Riau
4.1.1 Sejarah Berdirinya Universitas Riau
Universitas Riau adalah salah satu Universitas Negeri yang ada di Pekanbaru-Riau. Universitas Riau berdiri berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Universitas Riau No.02/KPTS/JUR/62 Tanggal 25 September 1962, selanjutnya diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No.123 tanggal 20 September 1963 yang berlaku sejak 1 Oktober 1962. Pada saat itu unversitas ini mempunyai dua fakultas, yaitu: Fakultas Ketataniagaan dan Ketatanegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Satu tahun berikutnya dibuka pula dua fakultas baru, yakni: Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Kemudian pada tahun 1964 didirikan Fakultas Perikanan, sehingga lengkaplah UNRI sebagai sebuah universitas dengan dua fakultas eksakta dan tiga non-eksakta.
Pada tahun yang sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan memisahkan diri dan menjadi IKIP Jakarta Cabang Pekanbaru. Namun empat tahun kemudian (1968) kembali bergabung dengan Universitas Riau dan dilebur menjadi dua fakultas, masing-masing Fakultas Keguruan dan Fakultas Pendidikan, sehingga saat itu Universitas Riau memiliki enam fakultas. Tahun 1981 dibuka pula Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT) dengan Jurusan Penyuluhan Pertanian dan Teknik Sipil, yang merupakan cikal bakal Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik. Dua tahun berikutnya Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan disatukan menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Tahun 1991 FNGT ditutup dan dibuka Fakultas Pertanian dan akhimya pada tahun 1994 berdirilah fakultas yang ketujuh, yaitu Fakultas Teknik.
Adapun visi dari Universitas Riau adalah : ”Pada tahun 2020, Unri menjadi Universitas Riset sebagai pusat pemeliharaan, penemuan dan pengembangan IPTEK, seni untuk mencapai keunggulan yang mengacu kepada Pola Ilmiah Pokok (PIP), nilai-nilai moral, kebudayaan dan peradapan yang bermanfaat bagi kesejahteraan bagi masyarakat Riau dan Indonesia khususnya, serta umat manusia pada umumnya”.
Sejalan dengan visinya, Universitas Riau juga memiliki misi, yaitu :
a. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai kemampuan managerial
b. Memanfaatkan sistem pemerintahan otonomi berdasarkan pola dasar pembangunan daerah.
 c. Mewujudkan manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME serta bermoral luhur.
 d. Mewujudkan manusia berkemampuan akademik, professional, dan berjiwa serta bersemangat wirausaha.
 e. Mewujudkan manusia berkemampuan untuk melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan dirinya, masyarakat, bangsa, Negara Indonesia dan umat manusia.

Lambang dari Universitas Riau itu sendiri memiliki arti yang sangat penting, Rupa Bentuk Lancang Kuning dalam lingkungan segi lima (yang diartikan sebagai pancasila), mengandung pengertian sebagai berikut

Gambar 2. Lambang UNRI



 




1.      Warna dasar hijau lumut artinya potensi untuk tumbuh dan berkembang.
2.      Daun-daun pohon hayat artinya tumbuh untuk hidup abadi.
3.      Warna kuning emas artinya penuh kemuliaan dan keagungan.
4.      Jumlah daun kecil pohon hayat satu, artinya tanggal satu.
5.      Jumlah daun besar hayat sepuluh helai, artinya bulan Oktober.
6.      Jumlah daun besar Teratai enam lembar artinya enampuluhan, dan jumlah daun kecil teratai dua lembar yang artinya angka satu dan dua yang melambangkan tahun 1962.
7.      Perahu warna kuning artinya bahtera perjuangan yang luhur.
8.      Tiang layar kuning artinya pendirian yang kokoh dan kuat.
9.      Daun-daun teratai (padma) warna putih bersih artinya kehalusan dan perikemanusiaan.
10.  Laut samudera dan gelombang artinya menggambarkan fakultas-fakultas yang         melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi


4.1.2 Sejarah Terbentuknya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau didirikan pada tahun 1962 bersamaan dengan berdirinya Universitas Riau di Pekanbaru. Berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Universitas Riau Nomor 02/KPS/JUR/62 tanggal 25 September 1962 yang diperkuat oleh surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 123 tanggal 20 September 1963 yang berlaku sejak tanggal 1 Oktober 1963.
Di awal mula berdirinya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini, bernama Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FKK). Kemudian, pada perkembangan berikutnya nama tersebut berubah menjadi Fakultas Sosial dan Politik, atau disingkat dengan Fakultas Sospol yang terdiri dari dua jurusan, yaitu jurusan Administrasi Negara dan Jurusan Administrasi Niaga.
Perkembangan selanjutnya berdasarkan hasil keputusan rapat Senat Universitas Riau Nomor 221/PT22.H/Q/1997 tanggal 6 September 1997 disetujui pembukaan Program Ekstensi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Selanjutnya dengan surat persetujuan Senat Universitas Riau Nomor 150/J19/Senat/2000 tanggal 8 Maret 2000 telah disetujui pembentukan Program Studi Ilmu Hukum; dan dengan surat persetujuan Senat Universitas Riau Nomor 607/J19/Senat/2000 tanggal 8 Maret 2000 telah disetujui pembentukan program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Manajemen Pariwisata Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau. Setelah berjalan beberapa tahun sesuai dengan perkembangannya maka program studi Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Hukum. Dengan demikian maka Jurusan/Program Studi pada FISIP UR berubah menjadi :
  1. Jurusan Ilmu Pemerintahan, dengan program studi Ilmu Pemerintahan
  2. Jurusan Sosiologi, dengan program studi Sosiologi. Jurusan ini konsentrasinya di arahkan pada pengembangan pedesaan dan pembangunan sosial
  3. Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, dengan program studi Hubungan Internasional. Jurusan ini mempunyai tiga kajian yaitu, kajian Diplomasi, kajian Ekonomi Politik Internasional, kajian Politik Luar Negeri.
  4.  Jurusan Ilmu Administrasi, yang terdiri dari Program Studi Administrasi Negara, Program Studi Administrasi Niaga, Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Manajemen Pariwisata.
Khusus program studi Administrasi Niaga ini memiliki beberapa bidang kajian Utama (BKU). BKU Manajemen Keuangan, BKU Manajemen dan BKU Manajemen Pemasaran. Pada setiap jurusan/program studi terdapat laboratorium dan pusat kajian yang berfungsi sebagai pusat pengembangan suatu disiplin ilmu. Dalam rangka mendukung dharma penelitian ini setiap program studi telah memiliki pusat studi-pusat studi yaitu:
  1. Pusat studi pemberdayaan pemerintah daerah pada jurusan Ilmu Pemerintahan
  2. Pusat studi pengembangan sumber daya manusia dan pusat studi penanggulangan kemiskinan pada jurusan Sosiologi
  3. Pusat studi Asia Tenggara dan pusat studi Asia Timur pada jurusan Ilmu Hubungan Internasional
  4. Pusat studi pembangunan dan kerjasama regional pada program studi Administrasi Publik/ Negara
  5. Pusat studi pengembangan bisnis pada program studi Administrasi Bisnis/ Niaga.
Melalui jurusan, program studi serta bidang kajian  serta pusat studi tersebut maka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) akan dapat memberikan kontribusinya yang optimal dalam mewujudkan Universitas Riau sebagai Reseacrh University yang berkiprah dalam era globalisasi.

4.1.3                    Terbentuknya Program Studi Ilmu Komunikasi
Program Studi Komunikasi di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau tergolong masih muda, berbanding jurusan Ilmu Administrasi Negara & Prodi Administrasi Niaga, Ilmu Pemerintahan, Hubungan Internasional dan Sosiologi. Prodi Ilmu Komunikasi ini didirikan berdasarkan izin Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 354/D/T/2003 pada tanggal 13 November 2003.
Fakultas Ilmu Sosial dajn Ilmu Politik didirikan bersamaan dengan berdirinya Universitas Riau di Pekanbaru. Program studi Ilmu Komunikasi didirikan atas dasar memo yang diberikan oleh tahun 1998 Drs. H. Alvian,MS (alm) yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau pada masa jabatan 2001 sampai 2003 untuk membuka suatu program studi Ilmu Komunikasi. Hingga pada awal tahun 2002 diadakan rapat pertama untuk membahas pendirian program studi Ilmu Komunikasi sekaligus pada tahun 2002 sebagai tahun pertama dibukanya pendaftaran ujian lokal untuk program studi Ilmu Komunikasi. Prof. DR. WE. Tinambunan, M.Si kemudian didaulat menjadi ketua program studi Ilmu Komunikasi periode 2002 sampai dengan angkatan 2008 kemudian digantikan oleh Belli Nasution, S.IP, MA pada periode 2008 sampai dengan 2013.
Adapun latar belakang dari pembukaan Program Studi Ilmu Komunikasi tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Bahwa millenium ketiga ditandai oleh perkembangan yang sangat cepat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi telekomunikasi dan transportasi.
2.      Bahwa pemanfaatan ilmu komunikasi secara struktural dan fungsional kelembagaan di dalam masyarakat dan negara kita semakin meningkat secara pesat selaras dengan laju pertumbuhan pembangunan di segala bidang. Karena disadari bahwa sesungguhnya hidup dan kehidupan yang beraneka ragam kepentingan tidak lain adalah merupakan arena persaingan yang mutlak perlu ditunjang oleh keterampilan dan kemahiran dalam menerapkan mekanisme komunikasi.
3.      Bahwa pertumbuhan pendidikan tinggi ilmu komunikasi apakah berstatus sebagai program studi dan jurusan suatu fakultas, akademi, fakultas penuh, atau sekolah tinggi, hal tersebut sudah tentu atas dasar pertimbangan kebutuhan masyarakat yang semakin tidak seimbang dengan produk profesional di bidang ilmu komunikasi yang telah ada.
4.      Bahwa ilmu komunikasi semakin mendapat kedudukan penting di negara kita terutama untuk perkembangan teknologi modern, melalui satelit komunikasi, pemancar radio transistor sistem frekuensi modulation, mesin cetak offset, komputer dan teknologi informasi lainnya semakin mempercepat hubungan antar bangsa, demikian juga dalam memecahkan berbagai problematik internasional.
Tujuan pembukaan dan pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umumnya adalah untuk mempelajari, mengamati, meneliti baik secara teoritis maupun penerapannya. Hal ini didukung oleh berbagai pertimbangan, seperti: analisis dukungan teknis edukatif dan teknis administratif, analisis dukungan finansial, dan analisis dukungan sosial.
Tujuan khusus Program Studi Ilmu Komunikasi adalah :
a.        Turut serta menampung warga masyarakat yang berkeinginan memperoleh pendidikan ilmu komunikasi, sedangkan di Universitas Riau belum ada jurusan atau Program Studi Ilmu Komunikasi padahal permintaan untuk program studi tersebut semakin diminati.
b.       Turut mengembangkan ilmu komunikasi sebagai salah satu ilmu terapan yang sedang dalam pertumbuhan.
c.        Turut serta memberikan sumbangan dalam mencari jalan keluar dari tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan sarjana-sarjana komunikasi yang belum dapat seluruhnya terpenuhi dari lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Kompetensi Program Studi Ilmu Komunikasi terdiri dari tiga bidang konsentrasi, yaitu :
1.      Public Relations/ Hubungan Masyarakat (Humas), konsentrasi ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa yang memiliki kemampuan, keunggulan akademik dan profesional dalam menjembatani hubungan dan berinteraksi dengan lingkungan suatu organisasi atau lembaga baik dalam lingkungan intern maupun lingkungan ekstern.
2.      Jurnalistik, konsentrasi ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik dan profesional dalam peliputan, penulisan dan penyajian informasi pada media cetak dan elektronik, dan mempunyai keahlian dalam bidang jurnalistik, serta mempunyai kemampuan manajerial dalam menganalisis, merumuskan, memecahkan masalah dan pengambilan keputusan di bidang jurnalistik.
3.      Manajemen Komunikasi, konsentrasi ini bertujuan menyiapkan mahasiswa yang memiliki kemampuan, keunggulan akademik dan profesionalisme dalam bidang pengelolaan komunikasi bisnis sehingga mampu melaksanakan komunikasi bisnis yang sesuai dengan perkembangan lingkungan global.
Dengan dibukanya atau dibentuknya Program Studi Ilmu Komunikasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM dalam menerapkan konsep-konsep informasi di bidang hubungan masyarakat, pers dan teknologi informasi. Mahasiswa juga diharapkan untuk dapat berjiwa terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan teknologi komunikasi. Di samping itu mahasiswa haruslah juga menguasai metodologi ilmu komunikasi, sehingga dapat menemukan, menganalisis, dan merumuskan pemecahan masalah di bidang komunikasi.
Adapun visi dari Program Studi Ilmu Komunikasi adalah: ”Menjadikan Program Studi Ilmu Komunikasi unggul dalam proses belajar, mengajar, penemuan dan pengembangan Ilmu Komunikasi di Provinsi Riau”.
Dari visi tersebutlah dapat diketahui misi Program Studi Ilmu Komunikasi, yaitu:
1.      Meningkatkan kualitas pelayanan belajar – mengajar.
2.      Mewujudkan dan mengoptimalkan sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar.
3.      Mengembangkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga pengajar.
4.      Mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Komunikasi melalui kegiatan akademis.
5.      Mewujudkan sumber daya manusia untuk dapat meningkatkan kemampuan penelitian dan pengabdian pada masyarakat guna terciptanya kesejahteraan diri, masyarakat, bangsa dan negara.












BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menguraikan hasil penelitian dan pembahasan mengenai bagaimana persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau terhadap penggunaan facebook, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mereka untuk menggunakan media tersebut. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, peneliti menganalisis persepsi apa saja yang ada pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau terhadap keberadaan facebook.

5.1  Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Terhadap Penggunaan Facebook.
Perkembangan teknologi berkembang dengan pesatnya pada masa sekarang ini. Internet yang bisa dikatakan sebagai media yang tidak baru lagi, memberikan kemudahan pada para penggunanya dalam mencari informasi maupun dalam hal menjalin komunikasi dengan  orang yang ada dari berbagai belahan dunia. Situs jejaring sosial sebagai bagian dari internet memberikan pilihan tersendiri bagi penggunanya untuk mendapatkan beragam informasi, maupun menjalin hubungan sosial dengan teman lama maupun teman baru.
Salah satu situs jejaring sosial yang paling fenomenal saat ini adalah situs Facebook karya Mark Zuckerberg yang dirilis pada 4 februari 2004, bahkan berhasil mengungguli situs-situs sejenis lainnya seperti Friendster, Multiply, dan Myspace yang sudah lama eksis. Bahkan Pada tanggal 20 oktober 2009  facebook menduduki peringkat pertama sebagai situs yang paling banyak diakses di Inggris. (www.liputan6.com/2009). Tentunya perkembangan facebook yang semakin pesat tersebut memberikan persepsi tersendiri bagi pengguna facebook yang ada diseluruh dunia khususnya para mahasiswa Ilmu Komunikasi itu sendiri yang memilih facebook sebagai sarana mereka untuk berkomunikasi dan bersosialisasi melalui teknologi internet.
Berikut ini beberapa pernyataan mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP UR mengenai facebook seperti yang dikemukakan oleh  Mimil Ayu Kemala salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Riau Angkatan 2005 :
“Menurut saya facebook itu adalah suatu situs pertemanan, dimana Fb menyajikan berbagai macam fasilitas antara lain fasilitas chating dengan teman-teman yang ada di Fb, juga menyajikan berbagai aplikasi permainan yang dapat digunakan oleh pemilik akun Fb tersebut, di Fb juga kita bisa mengupdate status yang dapat terlihat oleh semua teman yang terhubung dengan kita, lalu kita juga dapat mengirim pesan pribadi kepada semua orang baik itu terhubung dengan jaringan kita maupun tidak” (Hasil wawancara, 29 Oktober 2009).

Pendapat yang tidak jauh berbeda juga dikemukakan oleh Rio Agus Fernando mahasiswa angkatan 2006 mendefinisikan facebook lebih kepada pekembangan facebook dengan menjelaskan asal usul facebook tersebut.
“Setahu saya Fb merupakan situs jejaring sosial yang ditemukan oleh Mark Zuckerberg pada tanggal 4 februari 2004, situs ini awalnya hanya untuk kalangan mahasiswa kampus Harvard, karena banyak manfaatnya akhirnya situs ini dikembangkan hingga bisa diakses di sekolah-sekolah yang ada di Amerika bahkan akhirnya bisa dinikmati seluruh orang dari berbagai belahan dunia seperti saat sekarang” (Hasil wawancara, 29 Oktober 2009).

Sementara itu Aprialdi mahasiswa angkatan 2007 ini mendefinisikan facebook lebih kepada penggunaan facebook itu sendiri, hal ini terlihat dari pernyataan Aldi :
“Menurut saya facebook adalah situs media sosial yang membuat semua fiturnya benar-benar bersifat sosial. Semua yang dilakukan oleh pemakainya, dari menulis status, memasang foto, hingga menulis catatan, akan dengan segera diberitahukan kepada teman-temannya yang bisa dengan segera mengomentarinya, intinya dengan facebook kita bisa menjalin komunikasi global dan bisa saling sharing atau bertukar informasi” (Hasil Wawancara, 29 Oktober 2009).

Disisi lain Dwi Susilowati mahasiswi angkatan 2008 mendefinisikan facebook lebih kepada proses menjalin hubungan pertemanan, hal ini terlihat dari pernyataan dari dwi:
“Menurut saya facebook merupakan wadah untuk mencari teman, baik itu teman yang sudah lama tidak ketemu maupun teman yang baru kita kenal baik itu yang ada di tanah air maupun yang ada diberbagai belahan dunia, facebook juga lebih mempermudah kita dalam hal berkomunikasi maupun dalam menjalin erat hubungan pertemanan, pokoknya facebook sangat mempermudah saya bersosialisasi”(Hasil wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan dari beberapa persepsi informan di atas menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa mengetahui benar apa itu facebook, hal ini ditunjang dengan begitu fenomenalnya facebook saat ini dan  salah satu faktornya adalah terlibatnya mahasiswa tersebut sebagai pengguna aktif facebook.
Di dalam facebook  yang merupakan bagian dari media internet merupakan media kovergensi dari media-media sebelumnya mempunyai berbagai unsur yang kurang lebih sama dengan media massa pada umumnya. Diantaranya adalah isi media yang dipilih, efek yang diterima masing-masing pengguna dari facebook itu sendiri dan juga manfaat dari penggunaan facebook. Unsur-unsur ini dipaparkan satu persatu untuk mempermudah menggambarkan persepsi terhadap penggunaan facebook.

5.1.1  Isi Media
Masing-masing media mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam pengelolaan isinya. Bagi Hiebert dkk (1985) isi media setidak-tidaknya bisa dibagi menjadi enam kategori yakni; 1) berita dan informasi, 2) analisis dan interpretasi, 3) pendidikan dan sosialisasi, 4) hubungan masyarakat dan persuasi, 5) iklan dan bentuk penjualan lain, 6) hiburan (dalam Nurudin, 2007: 101).
5.1.1.1  Berita dan Informasi
Informasi merupakan substansi yang tak terpisahkan dalam hidup manusia. Setiap orang tentu mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Dalam hal ini melalui media apa mereka mendapatkan informasi tersebut, itu semua tergantung pada diri mereka sendiri dalam menentukan media apa yang mereka gunakan. Dalam media facebook sendiri orang-orang dapat memperoleh informasi dari berbagai cara yakni bisa mendapatkan informasi dengan cara bergabung dengan Group yang menyediakan informasi sesuai dengan yang kita inginkan, bisa juga memperoleh informasi secara langsung dengan cara menanyakan kepada orang yang kita anggap tepat memberikan informasi sesuai dengan yang kita inginkan, bisa lewat pesan, dinding, wall maupun melalui chatroom pada saat kita sama-sama online. Hal ini terlihat dari sebuah pernyataan yang dikemukakan oleh salah seorang informan :
“Di facebook saya merasakan banyak mendapatkan informasi yang mungkin  tidak terbayang sebelumnya, karena di sini saya bisa memanfaatkan fasilitas chatroom untuk saling berkomunikasi maupun sharing untuk memperoleh informasi yang baru. Di sini juga saya lebih banyak tahu mengenai berbagai kebudayaan baik itu dari berbagai budaya di tanah air maupun dari berbagai budaya di seluruh pelosok dunia” (Hasil wawancara dengan Tika Yolanda, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2008, 25 November 2009).

Berdasarkan wawancara di atas, informasi yang banyak Tika peroleh berasal dari fasilitas chatroom, karena melalui fasilitas ini ia bisa bertukar informasi dengan sesama pengguna facebook yang lagi online, sehingga ia bisa menanyakan apa saja kepada teman-teman yang ada di facebook, baik itu dari teman yang ada di tanah air maupun yang ada di seluruh pelosok dunia. Dan  mereka yang memilih isi media yang berbau informasi dan berita untuk kepentingan masing-masing merasakan kepuasannya tersendiri terhadap berita dan informasi yang mereka dapatkan dari facebook.
Sedangkan menurut Dea Trixie, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2006, Ia mendapatkan berita ataupun informasi di facebook melalui status, ini terlihat dari pernyataannya :
“Setiap orang butuh informasi, termasuk saya haus akan informasi. Saya rasa di facebook kita bisa memperoleh informasi secara global, baik itu dari berita atau kejadian-kejadian penting sampai informasi kahidupan sehari-hari yang tidak begitu penting. Semua itu bisa saya temukan di status karena orang-orang menampilkan berbagai informasi baik tentang dirinya maupun sampai hal-hal penting lainnya atau berita yang lagi hangat-hangatnya”(Hasil wawancara, 3 November 2009).

Berdasarkan hasil wawancara di atas, berita atau informasi yang banyak didapatkan oleh Dea di facebook melalui fasilitas status, karena menurut ia di sini segala macam informasi secara tidak langsung semuanya disajikan di facebook. Baik itu berupa informasi mengenai kejadian yang mereka alami sampai kejadian atau berita-berita heboh seperti berita gossip selebritis, politik, ekonomi, hukum ataupun informasi lainnya, informasi tersebut tersaji dari status yang dibuat oleh para pengguna facebook.
Sementara disisi lain Stevy Ronal, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2006, ia lebih beranggapan bahwa informasi yang kita dapatkan di facebook tidak bisa kita percaya begitu saja kebenarannya, ini terlihat dari pernyataanya:
“Saya rasa facebook sangat memberikan kemudahan kita dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi, akan tetapi informasi yang kita dapatkan di facebook tidak bisa seratus persen kita percaya karena bisa saja informasi yang ada itu hanya fiktif belaka, jadi kita harus bisa memilih dan memilah informasi yang mana yang layak untuk kita komsumsi”( Hasil wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan hasil wawancara di atas, ia sangat mudah memperoleh informasi di facebook karena tersedianya aplikasi-aplikasi yang menunjang penggunanya untuk memperoleh informasi, baik itu dari message, wall, status, chatroom dan yang lainnya,namun dalam hal ini ia lebih selektif dalam memperoleh informasi dari facebook, ia lebih menfilter atau menyaring informasi yang ia dapatkan  dari facebook.
5.1.1.2   Pendidikan dan Sosialisasi
Belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal yang konkret, baik dari segi atau konsep maupun faktanya, tetapi belajar sering pula bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat kompleks, maya, dan berada dibalik realitas. Demikian juga dalam proses belajar-mengajar untuk menyampaikan hal-hal yang bersifat konkret dan abstark tersebut tidak bisa hanya mengandalkan beberapa metode yang sering dilakukan pada umumnya, seperti metode ceramah, modul, dan sebagainya, tapi dituntut juga adanya peran media yang dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh guru/dosen kepada siswa/mahasiswa maupun dari seseorang kepada orang yang lainnya. Karena pada dasarnya belajar merupakan interaksi dan komunikasi dan hal itu tidak akan terjadi tanpa adanya perantara. Begitu juga halnya dengan sosialisasi, menurut Vander Zender (dalam Ihromi, 2004:30), sosialisasi adalah proses interaksi sosial melalui mana kita mengenal cara-cara berpikir, berperasaan dan berperilaku, sehingga dapat berperan serta secara efektif dalam masyarakat.
Semenjak muncul facebook tidak sedikit pengguna facebook yang memanfaatkan media ini sebagai saluran alternatif dalam bentuk pendidikan khususnya sebagai saluran untuk bersosialisasi. Begitu banyaknya fitur-fitur yang disajikan di facebook memudahkan penggunanya untuk saling berinteraksi antara yang satu dengan yang lainya untuk saling bertukar pikiran ataupun membangun forum diskusi tanpa harus bertatap muka. Sehingga saluran media alternatif yang sangat afektif ini menjadi pilihan sebagian orang dalam memperoleh ilmu maupun dalam hal bersosialisasi dengan orang-orang yang berada dari berbagai daerah maupun dari berbagai negara diseluruh dunia.
Menurut Hasan mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2005 mengatakan bahwa:
“Untuk zaman modern seperti saat sekarang ini yang namanya teknologi harus kita pergunakan semaksimal mungkin karena selain menambah wawasan dan efekektifitas pengetahuan kita, bisa juga sebagai wadah untuk bersosialisasi dengan siapa saja, contohnya seperti pada saat-saat pilkada maupun pada saat pemilu, facebook bisa dipergunakan sebagai wadah untuk menarik simpatisan”(Hasil Wawancara, 25 November 2009).

Pernyataan yang Tidak jauh berbeda dengan Hasan, Frinadyani mahasiswi Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 ini mengatakan bahwa:
“Buat pendidikan Fb bisa dijadikan wadah buat kita untuk sharing atau bertukar pikiran tentang kuliah kita sesama teman kuliah, dengan Fb juga saya mulai percaya diri dalam melakukan komunikasi antar negara, Fb secara tidak langsung membuat skill english saya menjadi lebih baik, dan itu juga sudah merangkap unsur bersosialisasi”(Hasil Wawancara, 25 November 2009).
                                          
Berdasarkan hasil wawancara dengan Hasan dan Frinadyani diatas dapat disimpulkan bahwa facebook sangat memiliki manfaat yang sangat besar buat kita jika kita manfaatkan semaksimal mungkin, entah itu kita manfaatkan sebagai untuk media pendidikan maupun untuk media bersosialisasi, semua itu tergantung tujuan diri kita masing-masing sebagai pengguna.
Sementara itu Menurut Indah mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2005 ini mengatakan bahwa:

“Menurut saya kalau untuk media pendidikan Fb tidak terlalu optimal karena di Fb orang lebih banyak untuk mengakses hal-hal yang bersifat entertainment, tapi kalau sebagai media sosialisasi Fb sangat efektif karena dari Fb kita dapat mengakses dan bersosialisasi dengan siapa saja, baik dari orang yang ada di negara kita sendiri maupun orang yang ada dari berbagai negara”(Hasil Wawancara, 25 November 2008).

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dijelaskan bahwa indah memandang facebook bukan media yang efektif sebagai media pendidikan, karena ia lebih memandang facebook lebih bersifat hiburan sehingga orang mengakses facebook dengan tujuan untuk mencari hiburan bukan pendidikan, tapi ia menganggap bahwa facebook sangat efektif digunakan sebagai media sosialisasi karena di facebook tersedia fasilitas-fasilitas yang memudahkan kita untuk bersosialisasi dengan siapa saja diseluruh dunia.
5.1.1.3   Promosi dan Bentuk Penjualan Lain
Sebagian orang sangat banyak memanfaatkan jasa media sebagai wadah untuk memperlancar bisnis mereka, tidak terkecuali pada media facebook, semenjak munculnya media ini, orang-orang sudah melirik media ini sebagai situs yang sangat berpotensi mendatangkan keuntungan untuk dijadikan wadah bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya seperti media lainnya. Disini para pembisnis baik itu usaha dalam skala besar maupun kecil semuanya memanfaatkan media ini sebagai media memperoleh keuntungan. Mereka memanfaatkan jasa ini sebagai media untuk memasang iklan dan bentuk penjualan lainya, mereka cukup men-tag teman-teman yang ada di facebook barang yang akan dijual atau ditawarkan, bisa juga menulis di status yang bisa dikomentar langsung, bisa lewat message, wall, chating dan banyak cara lainnya yang disajikan di facebook. sehingga kemudahan-kemudahan tersebut dimanfaatkan oleh pembisnis sebagai saluran untuk berbisnis.
Hal ini terlihat dari pernyataan Tengku Fitra Rizka mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2005, ia menyatakan bahwa:
“Pemanfaatan Fb sebagai media promosi atau bisnis, sepertinya cukup efektif karena saat ini Fb sudah mendunia. Buktinya tidak sedikit juga yang akhirnya tertarik belanja online. Lagipula bagi pembisnis ini jauh lebih murah dan mudah. Tinggal terima order via email, cek barang, lalu kirim ketujuan. Intinya sama-sama dipermudah”(Hasil Wawancara, 25 November 2009).

Pernyataan yang tidak jauh berbeda juga disampaikan oleh Nofra Nelta mahasiswi Ilmu Komunikasi 2007, ia menyatakan bahwa:
“…Pandangan saya facebook sangat bagus digunakan sebagai media promosi ataupun bisnis, karena dengan facebook kita bisa memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang ada. Seperti adanya comment, status untuk promosi dan foto untuk memperlihatkan produk atau apa yang ingin kita promosikan. Kemudian kita bisa menggunakan media langsung untuk dapat berkomunikasi dengan teman-teman Fb atau target sasaran dengan memanfaatkan aplikasi chatnya. Dengan chat setiap target promosi harus menjadi teman kita terlebih dahulu”(Hasil wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan wawancara dengan ika dan Nelta diatas, dengan kemudahan dan keistimewaan yang ada di facebook memudahkan orang-orang untuk menjadikan facebook sebagai media yang tepat untuk berbisnis, selain kemudahan yang dimiliki oleh facebook karena aplikasi-aplikasi penunjangnya, facebook juga lebih murah dan praktis, sehingga menjadikan facebook sangat diminati para pembisnis sebagai media promosi ataupun bisnis.
5.1.1.4   Hiburan
Mahasiswa merupakan individu yang aktif karena memiliki keterlibatan dalam kegiatan disekitarnya. Setiap harinya mahasiswa harus mengikuti kegiatan akademis yaitu kegiatan belajar di kampus FISIP Universitas Riau. Disamping itu ada juga mahasiswa yang memanfaatkan waktunya dengan mengikuti kegiatan organisasi kampus bahkan ada yang bekerja paruh waktu. Tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan yang mereka jalani tersebut kadang terasa membosankan dan melelahkan. Oleh karena itu mereka selalu mencari alternatif hiburan untuk melepaskan setelah beraktivitas seharian.
Hal ini terlihat dari pernyataan Jefrinardi Risky mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2005, ia mengatakan bahwa:
“Setiap orang sangat butuh hiburan termasuk saya, menurut saya facebook merupakan salah satu bentuk media yang multifungsi termasuk merangkap sebagai sarana hiburan, karena facebook didukung fasilitas-fasilitas yang memungkinkan saya untuk mengekspresikan diri saya dan game online poker merupakan salah satu fasilitas di facebook yang sangat saya sukai, karena sangat menghibur saya, apalagi sekarang saya sibuk-sibuknya menyusun skripsi sehingga dengan adanya facebook salah satunya dengan bermain game poker, setidaknya sedikit mengurangi stress saya”( Hasil wawancara, 31 Oktober 2009). 

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat disimpulkan bahwa Jefri menggunakan media facebook sebagai sarana untuk refresing, dimana dengan mengakses facebook ia bisa merasakan lebih tenang dan beban pikirannya lebih berkurang dari sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari fasilitas-fasilitas yang dimiliki facebook, salah satunya adalah fasilitas game online sebagai sarana penghibur sekaligus penghilang beban pikiran.
Pernyataan yang tidak jauh berbeda dengan Jefri,  juga diungkapkan oleh Agus Simbara mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2008  :
“Menurut saya semua aplikasi yang ada didalam Fb itu adalah hiburan buat saya, mulai dari update status kita bisa berekspresi meluahkan yang ada dipikiran kita, entah itu chating dengan orang-orang yang sama-sama lagi online sehingga kita bisa saling bertukar pendapat atau curhat, main kuis, bahkan main game online. Semua itu menurut saya merupakan bentuk hiburan yang bisa menghilangkan suntuk saya setiap mengaksesnya” (Hasil Wawancara, 31 Oktober 2009).

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat dijelaskan bahwa Agus menganggap facebook adalah media yang sangat entertainment karena aplikasi-aplikasi yang disajikan merupakan aplikasi yang serba hiburan sehingga para pengguna facebook dimanjakan dan terlena dengan aplikasi-aplikasi yang ada didalamnya.
Dari keseluruhan hasil wawancara diatas, jika dihubungkan dengan teori yang penulis gunakan yakni Teori Jarum Hipodermik, dapat dilihat bahwa facebook sebagai pusat informasi memegang kendali penuh dalam penyebaran informasi dan mengontrol informasi yang diberikan pada komunikan melalui fitur-fitur yang disajikannya. Fitur-fitur yang disajikan oleh facebook bisa diumpamakan seperti peluru yang ditembakkan pada masyarakat dalam penelitian ini khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR. Mahasiswa sebagai komunikan bersifat pasif, artinya mahasiswa hanya bisa menerima informasi atau ketentuan dari fitur-fitur yang diberikan tanpa bisa mengontrol, mengubah dan mengedit informasi yang disampaikan.
Bentuk komunikasi yang terjadi di sini adalah komunikasi dua arah, dimana komunikator memberikan informasi melalui media pada komunikan dalam hal ini mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR. Mahasiswa yang tidak dapat mengontrol dan memilih informasi apa yang akan mereka terima, terpaksa menerima informasi yang diberikan secara pasif (Teori jarum hipordemik) dan kemudian memberikan respon terhadap informasi yang disampaikan komunikator juga melalui media dan akan diterima komunikator. Komunikasi dua arah yang terjadi juga tidak bisa di katakan bersifat aktif, karena komunikasi yang terjalin melalui media dan feedback yang diharapkan tidak dapat diterima baik oleh komunikator maupun komunikan pada saat itu juga melainkan membutuhkan waktu dan proses.

5.1.2        Efek
Media massa memang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat. Efek hanyalah perubahan perilaku manusia setelah diterpa pesan media massa (Ardianto, 2005:48). Oleh karena fokusnya pesan, maka efek harus berkaitan dengan pesan yang disampaikan media massa.
Pendekatan pertama dari efek komunikasi adalah kecendrungan kita melihat media massa itu sendiri. Pendekatan kedua adalah melihat jenis perubahan yang terjadi pada khalayak komunikasi massa penerima informasi, perubahan perasaan atau sikap, dan perubahan perilaku atau dengan istilah lain, perubahan kognitif, afektif, dan behavior. Pendekatan ketiga meninjau satuan observasi yang dikenai efek komunikasi massa individu, kelompok, organisasi, masyarakat dan bangsa (rakhmat, 2005:218).
Efek yang dihasilkan oleh pengguna facebook tergantung kepentingan yang ia miliki. Efek yang dihasilkan oleh masing-masing pengguna kemudian akan terlihat dari sikap, pengetahuan, dan perilakunya. Menurut Mimil Ayu Kemala , seorang mahasiswi komunikasi angkatan 2005, ia menyatakan bahwa:
Menurut saya efek yang dihasilkan oleh facebook sangat besar buat kehidupan saya, dibandingkan media sejenis yang saya gunakan sebelumnya, karena disini memiliki fasilitas yang sangat lengkap dibandingkan yang lainnya, disini kita tidak hanya bisa curhat, berbagi informasi, kita juga bisa mempromosikan sesuatu ataupun memesan sesuatu yang kita inginkan dan banyak hal lainnya yang bisa saya lakukan disini, sehingga saya merasa sangat ketergantungan dengan facebook. Untuk itu setiap saat saya selalu membiarkan facebook saya dalam keadaan OL selalu, kecuali kalau tidak ada pulsa, sehingga saya mengeluarkan biaya lebih kurang empat ratus ribu rupiah untuk pulsa tiap bulannya hanya untuk mengakses facebook”(Hasil wawancara, 10 Oktober 2009).

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa Mimil sangat menikmati fasilitas yang disajikan di facebook karena facebook banyak memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki media sejenis lainnya, sehingga ia merasa sangat ketergantungan dengan media tersebut, namun tanpa ia sadari dengan sering mengakses facebook telah banyak menimbulkan kerugian buat dirinya baik itu kerugian dalam bentuk waktu maupun dalam bentuk materi. .Sementara itu menurut Angga mahasiswa angkatan 2006 ini menyatakan bahwa:
“Menurut saya facebook mempunyai dua sisi efek yang ditimbulkan, baik dari sisi positif maupun negatif. Sisi positif bisa sebagai media sosialisasi dalam berkomunikasi baik teman yang sudah lama kita kenal maupun baru kita kenal, bisa juga menghilangkan suntuk saat kita stress dan masih banyak lagi efek positif yang bisa kita rasakan. Sementara dari sisi negatifnya bisa memunculkan isu-isu yang kontroversial yang bisa menimbulkan kekhawatiran dalam masyarakat. Pada dasarnya tidak banyak perubahan perilaku yang bisa ditimbulkan karena facebook hanya bersifat selingan saja seperti media-media lainnya”(Hasil wawancara, 25 November 2009).

Sama halnya dengan Angga, Nofra Nelta juga mengatakan bahwa facebook memiliki dua efek, baik itu efek positif maupun efek negatif, seperti pernyataannya berikut ini :
“Efek positif dari facebook adanya rasa puas karena dengan Fb kita bisa berhubungan dengan orang-orang atau teman-teman yang tidak bisa kita jumpai secara langsung, Fb juga bisa menghilangkan stress atau rasa suntuk, namun Fb juga bisa berefek negatif juga tergantung pada jaringan atau teman-teman kita di Fb. Karena terkadang teman yang kurang baik juga dapat menjatuhkan kita melalui media ini misalnya dengan cara men-tag foto yang tidak baik,atau menulis komen yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam menjalin hubungan sosial” (Hasil wawancara, 25 November 2009).
 
Begitu juga menurut pandangan Rabit Zanurman mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2008, menyatakan bahwa:
“Efek facebook menurut saya seperti dua sisi mata pisau, akan bermanfaat bagi kita bila kita manfaatkan sesuai pada kegunaannya akan tetapi bisa juga akan melukai kita apabila kita salah mengunakannya. Dalam facebook kita tidak hanya bisa berteman dengan siapa saja dan dimana saja, kita juga bisa berbagi informasi dan memperoleh pengetahuan, kita juga bisa bermain game online untuk menghilangkan suntuk. Namun bila kita tidak bisa menggunakannya sebaik mungkin maka akan menimbulkan stimulus yang bisa merugikan kita, karena facebook bisa menjadikan kita ketergantungan dan bisa menstimulus terjadinya narsisme”(Hasil Wawancara, 29 Oktober 2009).

Berdasarkan beberapa wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa facebook dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif, semua itu tergantung dari penggunanya masing-masing sebagai pemilik account facebook, facebook akan menimbulkan efek yang sangat menguntungkan kita maupun orang lain yang ada dalam jaringan facebook kita, jika kita pergunakan sebaik-baiknya dengan tujuan yang baik, tapi facebook juga bisa merugikan kita maupun orang lain jika kita pergunakan untuk tujuan yang tidak baik maupun untuk menjatuhkan orang lain. Semua itu tergantung diri kita masing-masing  selaku pengguna ­facebook

5.1.3        Manfaat
Meluasnya pengguna facebook sekarang ini telah menyebabkan kebanyakan orang tidak lagi menganggap teknologi sebagai hal yang “mengerikan”. Para pengguna facebook juga menjadi lebih merasa pentingnya pengetahuan dari waktu ke waktu. facebook yang telah menjadi jembatan penghubung bagi banyak orang ini bisa menjadi sarana komukasi yang simple dibandingkan dengan design-design jejaring sosial yang sebelumnya pernah ada.
Menurut Hasan mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2005 mengungkapkan bahwa:
“Berbicara manfaat, setiap teknologi yang diciptakan tentunya banyak memilki manfaat, salah satunya facebook sebagai media pertemanan atau jejaring sosial yang memiliki banyak manfaat buat penggunanya, sehingga menjadi situs pertemanan yang fenomenal saat sekarang ini, dari kalangan atas sampai kalangan bawah sudah memiliki account Fb, itu sudah menunjukkan banyak manfaat yang kita dapatkan dari Fb. Dan saya sendiri selaku pengguna Fb menilai semua itu sangat wajar karena saya merasakan begitu banyak manfaat yang dapat saya rasakan dari aplikasi-aplikasi yang disajikan”(Hasil wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa setiap teknologi tentunya memiliki manfaat yang signifikan buat khalayak pengguna teknologi sehingga orang membutuhkannya karena manfaat yang dimilki teknologi tersebut, termasuk facebook merupakan teknologi yang sangat besar pengaruhnya buat kehidupan penggunanya sehingga sekarang ini menjadi salah satu situs yang paling banyak diakses orang. Semua itu didukung oleh aplikasi-aplikasi atau fitur yang multifungsi yang dimiliki facebook dibandingkan situs-situs sebelumnya yang sejenis.
Banyak manfaat yang dimilki facebook tersebut secara tidak langsung membentuk jiwa pengguna facebook  untuk lebih berpikir kreatif, hal ini terlihat dari pernyataan dari Novanika mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2006, yang menyatakan bahwa:
“Fb dapat memberikan banyak manfaat terutama dalam penguasaan teknologi, maksudnya dengan mengenal Fb, kita bisa tau apa-apa saja yang ada didalamnya dan bagaimana pengaplikasiannya. Dengan Fb juga kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman lama atau teman-teman yang jaraknya jauh dengan kita, juga bisa menambah teman-teman baru serta Fb juga bisa memacu kreatifitas terutama dalam menulis status” (Hasil wawancara, 25 November 2009).

Tidak begitu berbeda dengan Novanika, Harti Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2007 mempunyai pandangan tersendiri mengenai manfaat yang dirasakannya selaku pengguna facebook, ia mengatakan bahwa facebook bisa dijadikan wadah orang yang gemar menulis bisa mencurahkan tulisannya di facebook. Hal ini terlihat dari pernyataannya di bawah ini:
“Banyak manfaat yang saya rasakan selaku pengguna Fb, selain memudahkan saya bersosialisasi, Fb juga bisa dijadikan wadah saya untuk berimajinasi tentang tulisan apa yang akan saya buat, salah satunya adalah menulis puisi, karena menurut saya disini saya bisa berekspresi mengungkapkan sesuatu yang ada dipikiran saya ataupun sesuatu yang sedang saya rasakan. Melalui fasilitas notes atau menulis catatan semua yang saya rasakan bisa saya curahkan dan tulisan saya tersbut bisa langsung dikomentar oleh teman-teman saya yang membacanya”(Hasil Wawancara, 25 November 2009).


Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat dijelaskan bahwa selaku pengguna facebook banyak manfaat yang kita peroleh setelah kita menggunakannya, terutama dalam menjalin komunikasi dengan sesama pengguna facebook diseluruh dunia serta facebook juga menjadikan kita lebih kreatif dalam hal menulis sesuatu, karena dalam facebook kita disediakan fitur atau aplikasi seperti update status maupun menulis catatan yang menjadikan kita berpikir untuk menulis sesuatu yang kreatif biar ada feed back atau respon dari orang yang membacanya. Sehingga secara tidak langsung mengajarkan kita berpikir untuk lebih kreatif dan kritis.
Sementara disisi lain Frinadyani mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2008 ini mengatakan dengan menggunakan facebook kita bisa memperoleh sahabat baru, baik dari dalam negeri maupun dari berbagai negara.hal ini terlihat dari pernyataan dibawah ini:
“Menggunakan Fb menurut saya pribadi sangat banyak manfaatnya, selain menjaga silaturahmi, kita juga bisa memperoleh informasi terbaru, selain tiu juga kita bisa berkenalan dengan teman-teman baru yang memiliki hobi yang sama. Bahkan saya telah mendapatkan empat orang sahabat, ada yang berasal dari Jakarta, Vietnam, Uni Arab dan Amerika. Kami memulai hubungan melalui Fb hingga bertukaran no Hp. Saat ada event seperti ulang tahun kami sering mengirimkan kado”(Hasil wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan pernyataan diatas dapat dijelaskan bahwa facebook begitu banyak manfaat yang dimiliki, selain bisa menghubungkan dengan teman lama, facebook juga memberikan ruang untuk menjalin hubungan dengan orang yang baru kita kenal yang mungkin memiliki hobi yang sama dengan kita sehingga akan membuat kita semakin akrab. Berteman dengan orang dari berbagai negara setidaknya secara tidak langsung memberikan kita informasi-informasi terbaru yang sedang berkembang dari negara mereka masing-masing dan juga kita bisa mengenal budaya mereka.

5.2   Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Terhadap Penggunaan Facebook.
Dalam mempersepsi sebuah informasi dari suatu peristiwa maupun dalam mempersepsikan suatu media, akan menimbulkan pemahaman yang berbeda dalam mentafsirkannya, hal ini disebabkan oleh berbagai hal. Respon merupakan tanggapan atau umpan balik yang diberikan oleh seseorang terhadap sesuatu yang pernah dilihat,didengar ataupun dirasakannya.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi, termasuk persepsi yang diberikan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Riau. Persepsi yang mereka berikan ada yang langsung dari pemikiran mereka sendiri selaku pengguna facebook dan ada juga yang sudah terpengaruh dari pihak lain, dimana masing-masing dari mereka mempunyai penilaian tersendiri tentang facebook tersebut. Ada yang menilai berdasarkan dari lingkungan dari pengguna facebook, kemudahan dari penggunaan facebook maupun dari fitur-fitur yang disajikan dalam facebook.


5.2.1        Lingkungan dari Pengguna Facebook
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian. Kebutuhan akan individu yang lain ini baik dalam pemenuhan sarana maupun prasarana adalah suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari manusia. Bahkan interaksi dengan individu yang lain adalah satu kebutuhan. Interaksi sosial membuat manusia lebih open arms dan  mampu menumbuhkan kepedulian yang tinggi antar sesama.
Adanya kebutuhan antar yang satu dengan yang lainya memicu terciptanya teknologi berupa jaringan internet yang mampu menghubungkan antar individu yang satu dengan yang lainnya tanpa harus bertatap muka. Berbagai macam situs jejaring sosial akhirnya bermunculan guna memenuhi kebutuhan berkomunikasi antar manusia yang terpisah oleh jarak dan waktu. Sebut saja situs seperti Friendster, linkedin, Myspace, Twitter dan belakangan ini Facebook menjadi situs pertemanan yang banyak menyedot perhatian orang banyak.
Dengan adanya facebook sebagai salah satu sarana interaksi antar individu dimasa mobilisasi sekarang ini. Telah mampu membuat keterikatan antara satu dengan yang lain lebih erat lagi. Sebut saja dua teman yang telah terpisahkan sekian lama, sangat terbantu sekali dengan kehadiran facebook ini. Dan bagi mereka yang belum saling mengenal antara satu sama lain bisa lebih mudah mencari persamaan yang mampu mempererat hubungan sosial tersebut. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan terciptanya komunitas atau lingkungan luas yang sudah tidak bercorak pikir individualis lagi. Hingga akan tercipta lingkungan yang lebih ramah dan anti apatis tentunya. Dengan begini respon terhadap hal-hal yang positif akan lebih mudah diterima akan tegak lurus berbanding keberagaman sosial.
Setiap orang tentunya memiliki alasan tersendiri terhadap media yang dipilihnya sebagai sarana mereka untuk membangun komunikasi sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Hal ini terlihat dari pernyataan dari Jefrinaldi Rizky mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2005, ia menyatakan:
“Awalnya saya menganggap facebook tidak jauh berbeda dengan friendster situs yang saya gunakan sebelumnya, Sehingga saya kurang tertarik untuk membuatnya, tapi karena teman-teman saya banyak menggunakannya dan biar tidak dianggap ketinggalan zaman akhirnya saya membuatnya juga. Namun ketika saya menggunakannya semakin lama saya semakin sadar kalau Fb banyak memiliki kemudahan dan keunggulan dibandingkan situs yang sebelumnya”(Hasil wawancara, 31 Oktober 2009).

Berdasarkan pernyataan diatas, terlihat ia menggunakan facebook awalnya karena lingkungan disekitarnya atau teman-temanya menggunakan facebook sebagai sarana pertemanan didunia maya, karena ia tidak ingin dianggap teman-temannya ketinggalan zaman. Namun niatnya hanya ikut-ikutan akhirnya menjadi suatu kebutuhan bagi ia karena banyaknya kemudahan dan manfaat yang diberikan facebook kepada ia selaku pengguna facebook.
 facebook bisa menjadikan sarana kita menjalin komunikasi ataupun pertemanan tanpa harus merasa canggung, hal ini terlihat dari pernyataan Novanika Eldira mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2006, ia menyatakan bahwa:
“Melalui facebook saya bisa berkomunikasi dengan lancar tanpa harus malu-malu, mungkin kalau langsung didunia nyata saya pasti canggung untuk memulai pertemanan dengan orang yang baru saya kenal ataupun yang sudah lama saya kenal tapi belum pernah bertegur sapa. Namun melalui situs pertemanan ini saya bisa dengan mudah berteman dan berbagi cerita dengan teman-teman di jaringan facebook”(Hasil wawancara, 25 November 2009).


Dari pernyataan diatas terlihat kalau facebook menjadi wadah bagi ia untuk memulai maupun menjalin komunikasi dengan orang yang baru maupun yang sudah dikenal. Karena ada sebagian orang lebih merasa nyaman berkomunikasi maupun curhat melalui dunia maya ketimbang dunia nyata. Sehingga facebook menjadi sarana yang tepat bagi ia untuk membangun komunitas untuk saling berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya.
Pergaulan tanpa mengunakan facebook seperti ada yang kurang, hal ini terlihat dari pernyataan Fandi Rahman mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2007, melalui pernyataanya dibawah ini:
“Teman-teman daerah tempat tinggal saya menggunakan facebook, begitu juga teman-teman kampus, maupun teman-teman lama saya yang berada diberbagai tempat. Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk tidak menggunakan facebook, sehingga menurut saya suatu pergaulan tanpa mengunakan facebook seperti ada yang kurang dalam pergaulan tersebut”(Hasil Wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan hasil pernyataan diatas terlihat bahwa pengaruh lingkungan sangat mempengaruhi ia dalam mengunakan facebook, karena ia beranggapan bahwa trend pergaulan masa kini adalah pergaulan dengan menggunakan facebook sebagai media pendukung kelancaran mereka berkomunikasi antara yang yang satu dengan yang lainnya.
Melalui facebook kita bisa menjalin hubungan pertemanan yang lebih akrab dan bisa menemukan teman yang sehobi ataupun memiliki persamaan dengan kita. Hal ini terlihat dari pernyataan Tika Yolanda mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2008, dengan menyatakan:
Facebook menjadikan saya bisa kembali berinteraksi dengan teman-teman lama yang sempat terputus. Melalui facebook saya dapat membangun kembali silaturahmi dengan teman lama saya tersebut. Dan melalui facebook juga saya bisa memulai pertemanan dengan teman baru yang memiliki sedikit persamaan dengan saya sehingga kami bisa saling barbagi cerita tentang suka maupun duka” (Hasil wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan hasil pernyataan diatas, terlihat bahwa facebook menjadi sarana mempertemukan dua sahabat yang sudah tidak pernah ketemu lagi, melalui facebook ini mereka bisa berkomunikasi lagi dan membangun kembali silaturahmi yang sempat terputus baik itu karena kesibukan masing-masing maupun karena terpisah oleh jarak. Begitu juga facebook juga memungkinkan orang untuk memulai pertemanan yang baru dengan orang yang baru dan memilki sedikit banyak kesamaan. Sehingga akan terbentuknya komunitas pertemanan yang efektif.


5.2.2        Kemudahan dari  penggunaan Facebook
Manusia menyukai sesuatu yang simpel bahkan cenderung instant. Dan hal ini dapat kita temukan di facebook. Penggunaannya yang begitu mudah sehingga secara instant user dapat menggunakannya. Banyak kemudahan yang ditawarkan menjadikan facebook banyak diminati orang dari berbagai kalangan dan golongan. Kemudahan-kemudahan yang dapat dinikmati oleh para pengguna facebook diseluruh dunia tentunya menjadi faktor utama dari meningkatnya jumlah penggunaan facebook setiap harinya.
Hal ini terlihat dari pernyataan Mimil Ayu Kemala mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2005 mengatakan:
“Semenjak munculnya facebook banyak kemudahan-kemudahan yang bisa saya rasakan selaku pengguna facebook terutama dalam hal berkomunikasi. Karena disini banyak fasilitas-fasilitas yang memudahkan saya untuk berkomunikasi dengan orang yang ada diseluruh dunia. Terutama fasilitas chating yang paling sering saya gunakan, dan kemudahan itu semakin terasa karena saya bisa mengakses langsung lewat Hp melalui program eBuddy, sehingga saya chatingnya dengan santai dan dimana saja saya mau”(Hasil wawancara, 29 Oktober 2009).

Berdasarkan pernyataan di atas, terlihat bahwa facebook memberikan kemudahan terhadap penggunanya, hal ini didukung oleh banyaknya fasilitas-fasilitas yang memanjakan penggunanya dengan segala kelebihan yang dimiliki aplikasi facebook tersebut, selain itu facebook bisa juga diakses lewat Hp, karena ada sebagian orang yang lebih senang mengakses facebook lewat Hp, selain bisa santai, lewat Hp juga bisa diakses dimana saja dan kapan saja kita mau.

Menggunakan facebook secara tidak langsung mempertemukan kita dengan orang yang sudah lama tidak kita jumpai. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Stevy Ronald mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2006 mengatakan bahwa:
“Saya tidak menyangka saya bisa berkomunikasi lagi dengan teman saya yang sudah lama tidak ketemu dengan saya, seperti teman saya lagi SD maupun SMP, Namun facebook mempertemukan saya kembali dengan teman-teman lama saya yang kini memiliki jarak yang cukup jauh dengan saya. Kini saya dengan teman lama bisa berkomunikasi kembali melalui facebook bercerita tentang kenangan masa lalu maupun kesibukan kami sekarang”(Hasil wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan pernyataan diatas terlihat jelas bahwa facebook memberikan kemudahan penggunanya untuk mempertemukan kita dengan teman lama yang mungkin kita tidak tahu di mana keberadaannya sekarang, namun melalui facebook mereka dipertemukan kembali dan bisa membina kembali hubungan pertemanan yang sempat terputus. Karena di facebook kita dihubungkan dengan orang-orang yang mungkin kita kenal sehingga memudahkan kita menemukan teman lama kita.
Begitu juga yang diungkapkan oleh Gema Putra mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2007, ia menyatakan:
“Banyak kemudahan-kemudahan yang saya rasakan selaku pengguna Fb, kemudahan itu tentunya  bisa saya manfaatkan untuk kepentingan saya pribadi, salah satunya adalah Fb bisa memberikan saya ruang untuk mempromosikan Blog pribadi saya kepada teman-teman saya yang tergabung dalam jaringan Fb saya. Melalui fasilitas-fasilitas yang disajikan di Fb, saya bisa dengan mudah mempromosikannya dan salah satunya melalui fasilitas Blog Cast” (Hasil wawancara, 25 November 2009).
 
Berdasarkan pernyataan diatas, dapat terlihat banyak kemudahan-kemudahan yang ada pada facebook bisa kita gunakan dan kita manfaatkan semaksimal mungkin yang tentunya sangat berguna bagi kepentingan kita pribadi, melalui fitur-fitur atau fasilitas-fasilitas yang tersedia di facebook bisa kita pergunakan sesuai fungsinya masing-masing, seperti yang dilakukan Gema untuk mempromosikan Blog pribadinya melalui fitur Blog Cast.
Begitu juga pernyataan yang diungkapkan oleh Dwi Susilowati Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2008, ia menyatakan:
“Setiap saya mengakses internet pasti Fb situs yang pertama kali saya buka, karena banyak kemudahan yang bisa saya dapatkan disini diantaranya lebih mudah berkomunikasi, lebih mudah menjaga silaturahmi dengan teman atau saudara yang jauh, lebih banyak mendapat informasi, lebih memudahkan bereksperesi, sebagai hiburan pengisi waktu luang dan juga Fb bisa mengupload kapasitas foto yang lebih besar dibandingkan situs sejenis sebelumnya, pokoknya banyak kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan selaku pengguna Fb”(Hasil Wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan pernyataan diatas, terlihat bahwa Dwi sangat menikmati selaku pengguna facebook karena banyaknya  kemudahan-kemudahan yang diberikan facebook, sehingga dengan segala kelebihan dan kemudahan tersebut menjadikan facebook situs utama pilihan ia setiap mengakses internet.
Dari beberapa hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa, facebook muncul ke media internet sebagai media jejaring sosial merupakan pelengkap dari media jejaring sosial sebelumnya, dengan segala kelebihan dan kemudahan-kemudahan yang disajikannya, sehingga tidak heran para pengguna media sejenis sebelumnya berubah selera atau meninggalkan media sebelumnya dengan beralih ke facebook sebagai media yang mereka pilih sebagai wadah mereka untuk berkomunikasi. Tentunya dengan segala kemudahan yang mereka dapatkan di facebook  memberikan manfaat tersendiri dari setiap penggunanya.



5.2.3        Fitur-fitur yang disajikan dalam Facebook
Facebook begitu fenomenal dengan perkembangan yang sangat pesat dari waktu ke waktu. Semua itu tidak terlepas dari fitur-fitur ataupun fasilitas-fasilitas yang disajikan dalam facebook tersebut, yang tentunya memiliki kenyamanan ataupun kepuasan tersendiri bagi penikmat facebook itu sendiri. Para penikmat facebook tersebut tentunya memiliki pandangan tersendiri terhadap segala fitur yang ia gunakan.
Melalui fitur Chatting bisa berkomunikasi langsung dengan teman-teman yang ada dijaringan facebook pada saat sama-sama online. Hal ini terlihat dari pernyataan Mimil Ayu Kemala mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2005, ia mengatakan:
“Melalui fitur chating saya bisa berkomunikasi secara langsung tanpa harus bertatap muka dengan teman-teman yang terhubung jaringan Fb saya pada saat sama-sama lagi online. Dan saya juga bisa chating lewat hp dengan menggunakan program eBuddy sehingga saya bisa chating dengan santai kapan saja dan dimana saja saya mau”(Hasil wawancara, 29 Oktober 2009).

Berdasarkan pernyataan diatas dapat terlihat bahwa Fitur chating mempunyai daya tarik tersendiri bagi dia selaku pengguna facebook. Karena melalui fitur ini ia bisa saling berbagi cerita bersama teman-teman yang lagi sama-sama online dengan ia, apalagi fitur chating bisa juga diakses lewat Hp, sehingga memudahkan pengguna untuk mengaksesnya.
Saat bermain game online semua beban pikiran bisa hilang. Hal ini terlihat dari pernyataan Angga mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2006, ia mengatakan:
“Dari sekian banyak fitur menarik yang disajikan dalam facebook, saya paling sering menggunakan fitur Game Online, salah satunya adalah Texas Holdem Poker karena selain bisa menghilangkan suntuk,main poker juga bisa menimbulkan penasaran tingkat tinggi sehingga rasanya ingin selalu bermain game poker setiap hari”(Hasil wawancara, 25 November 2009).

Fitur Game Online menjadi salah satu daya tarik yang dimiliki oleh facebook  dibandingkan situs sejenis lainya, salah satunya Game Poker, game ini merupakan game online yang paling sering orang mainkan. Selain bisa menghilangkan suntuk, game ini juga memliki tingkat penasaran yang tinggi bagi sebagian orang.
Semua fitur yang disajikan sangat menarik dan punya kelebihan masing-masing. Hal ini terlihat dari pernyataan Harti mahasiswi Ilmu Komunikasi Angkatan 2007, ia menyatakan:
“Semua fitur yang disajikan menurut saya semuanya menarik dan punya keunggulan masing-masing. Setiap saya membuka facebook  sebagian dari fitur yang ada saya buka. Seperti saya menulis status, kirim wall sama teman, kadang juga kirim pesan yang bersifat agak rahasia sama teman  melalui fitur message, terkadang saya main kuis, main game online  dan sekalian sambil chating. Sehingga saya menjadi puas dan senang setiap selesai membuka facebook”(Hasil wawancara, 25 November 2009).

Berdasarkan pernyataan diatas dapat terlihat bahwa ia benar-benar memanfaatkan segala kelebihan dari fitur-fitur yang ada dalam facebook tersebut. Karena setiap fitur yang disajikan memiliki fungsi dan kelebihan tersendiri. Sehingga kita bisa memilih menggunakannya sesuai dengan kepentingan kita terhadap fitur yang ada, yang tentunya bisa memberikan kepuasan dan kesenangan tersendiri bagi penikmat facebook  tersebut.
Melalui fitur home kita bisa update status dan mengomentari status kita maupun orang lain. Hal ini terlihat dari pernyataan Dwi Susilowati mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2008, ia mengatakan:

“Menurut saya semua fitur yang ada di facebook punya manfaat yang jauh lebih besar ketimbang situs pertemanan sejenis yang pernah saya gunakan, salah satunya fitur Home, disini kita bisa update status tentang apa yang kita pikirkan atau apa masalah yang sedang kita hadapi, sehingga akan ada tanggapan dari teman-teman yang membacanya, begitu juga sebaliknya kita bisa juga berkomentar terhadap status yang orang lain buat”(Hasil wawancara, 25 November 2008).

Berdasarkan pernyataan diatas dapat terlihat bahwa facebook memiliki kegunaan yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan situs-situs sejenis lainya, apa yang tidak dimiliki situs sejenis lainya ada di facebook. Salah satunya adalah fitur Home, pada fitur ini kita bisa berekspresi menyampaikan sesuatu yang ada dipikiran kita, baik itu dalam berbagi suka dan duka maupun hal-hal lain yang bisa kita ungkapkan disini, semua itu bisa kita lakukan melalui update status, apa yang kita buat bisa dikomentar langsung oleh orang-orang yang berada dijaringan, begitu juga sebalikya kita bisa juga memberikan komentar atas status yang orang lain buat. Sehingga akan terjadinya interaksi sosial antara pengguna facebook yang satu dengan pengguna facebook lainnya.
Faktor-faktor diatas jika dihubungkan dengan pendapat David & Richad S Crutchfield dalam Rakhmat (2003:51) dimana beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi yakni Faktor Fungsional dan Faktor Struktural.
a.       Faktor Fungsional : terdiri dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal yang termasuk kedalam faktor personal. Dalam penelitian ini, kebutuhan mahasiswa akan hiburan dan informasi menuntut mereka untuk selalu mengetahui dan mengupdate semua informasi dan hiburan tersebut melalui media internet. Kehadiran facebook sebagai trend baru di kalangan mahasiswa bukan lagi sekedar trend atau gaya hidup tapi dirasakan sebagai kebutuhan bagi mahasiswa tersebut dalam membangun komunikasi dengan sesama teman dan saling bertukar informasi. Selain itu, kehadiran facebook yang menawarkan berbagai fitur yang mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa menjadi suatu fenomena baru yang mempengaruhi persepsi dan pola pikir mahasiswa terhadap berbagai hal, karena melalui facebook, mahasiswa dapat berbagi informasi dan berdiskusi tentang berbagai hal.
b.      Faktor Struktural : terdiri dari stimulasi fisik dan efek-efek syaraf yang ditimbulkannya pada sistem. Dalam penelitian ini stimulus yang ditimbulkan oleh keberadaan facebook mempengaruhi persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR. Melalui facebook, mahasiswa dapat mengungkapkan berbagai hal, seperti kebahagiaan, kesedihan, marah dan berbagai bentuk emosi yang akan mendapat tanggapan dari pengguna atau teman-temannya. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR, secara umum mereka mengakui, melalui facebook mereka dapat menungkapkan emosi dan perasaan mereka, saling berbagi informasi atau sekedar menceritakan keadaan dan kondisi emosi yang mereka alami. Beberapa dari mahasiswa tersebut juga mengakui, bahwa kehadiran facebook bisa menjadi hiburan dan menghilangkan perasaan sedih atau marah. Dari beberapa komentar yang dikirimkan teman-teman tidak sedikit yang menghibur dan memberikan dukungan atas kondisi yang dialami mahasiswa tersebut. Selain itu, facebook juga memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk dapat menjalin komunikasi dengan teman-teman, kolega dan keluarga yang mungkin sudah cukup lama tidak bertemu atau karena kesibukan sehingga sangat jarang berkomunikasi. Intinya keberadaan facebook mampu mengikat emosi antara para penggunanya seingga menimbulkan stimulus dan respon yang positif. Hal ini terbukti dari semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan facebook sebagai salah satu sarana hiburan, informasi dan sekaligus komunikasi.











BAB V1
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
            Dari peneltian dan pembahasan yang telah penulis uraikan ada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
    1. Persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR terhadap keberadaan facebook adalah positif, hal ini dilihat dari persepsi dan respon mahasiswa terhadap efek dan manfaat facebook yang dirasakan oleh mahasiswa serta berbagai fitur yang disajikan memberikan kemudahan bagi para mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR tersebut.
    2. Kehadiran facebook bagi masyarakat khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR, sedikit banyak mempengaruhi persepsi, pola pikir dan sikap mahasiswa. Terbukti dari hasil penelitian di lapangan bahwa fitur-fitur yang disajikan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dari segi informasi, hiburan dan sosialisasi. Selain itu facebook juga bukan lagi dianggap sebagai trend atau gaya hidup tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR.
    3. Beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiwa Ilmu Komunikasi FISIP UR terhadap penggunaan facebook adalah faktor fungsional yakni kebutuhan mahasiswa akan informasi dan hiburan yang dikemas lebih menarik serta pengaruh lingkungan kampus dan pergaulan yang semakin menumbuhkan keinginan untuk menggunakan facebook. Faktor struktural yang mempengaruhi persepsi mahasiswa seperti berbagai kemudahan yang didapatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR melalui fitur-fitur yang disajikan facebook seperti games, wall, obrolan dan lainnya. Intinya facebook mampu mengemas sebuah sarana yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa secara menarik dan komplit.

6.2 Saran
            Adapun beberapa saran yang dapat penulis rumuskan, antara lain :
1.      Kehadiran facebook sebagai sebuah media baru yang menggabungkan berbagai kebutuhan dalam tampilannya, hendaknya jangan sampai disalah gunakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR. Selain itu, keberadaan facebook selain memberikan begitu banyak dampak positif juga harus diwaspadai karena bila terlalu fokus atau asyik menggunakan facebook, dapat mengganggu konsentrasi mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa.
2.      Facebook sebagai salah satu sarana yang dapat menyatukan dan memudahkan mahasiswa dalam menjalin komunikasi dengan mahasiswa atau teman-teman lainnya, hendaknya harus lebih cerdas dalam menggunakan facebook agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kekeliruan yang akan mempengaruhi stabilitas perkuliahan mahasiswa.









1 komentar:

  1. Waahh. Ternyata ada nama saya di sini.

    BalasHapus