Pages

Selasa, 27 November 2012

“PERBEDAAN SISWA” MEMBUTUHKAN SENTUHAN YANG BERBEDA


Saya pernah menonton sebuah film India yang menceritakan bagaimana perjuangan seorang guru dalam membimbing seorang siswa disleksia. Ketika itu ia diasingkan oleh orang tuanya sendiri. Orang tuanya tidak mengerti apa yang terjadi pada anak tersebut sehingga anak tersebut dipindahkan ke sekolah asrama dengan tujuan agar anak tersebut menjadi disiplin dan pandai. Namun tidak ada perubahan pada diri anak. Ia masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis sehingga seringkali ia mendapatkan hukuman dan mendapatkan nilai yang kurang baik. Namun seorang guru kesenian yang merupakan mantan guru sekolah luar biasa memahami apa yang dialami siswa tersebut sehingga ia meminta izin khusus kepada Kepala Sekolah untuk membimbing secara intensif siswa tersebut untuk membaca dan menulis. Tidak hanya sampai di situ, guru tersebut juga berusaha menggali dan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh anak tersebut yakni melukis. Berkat bimbingan yang diberikan secara khusus kepada siswa tersebut akhirnya siswa tersebut mengalami perkembangan yang signifikan, ia akhirnya mampu membaca, menulis, ia juga mampu mengembangkan bakatnya, dan memiliki prestasi yang baik, sehingga orang-orang yang awalnya terkesan mengasingkan dirinya menjadi bangga terhadap dirinya, termasuk orang tuanya.
Itu merupakan sebuah resensi film yang pesan-pesannya harus dicontoh oleh setiap pendidik. Mari kita bentuk paradigma pada diri masing-masing bahwa setiap anak harus tetap diperhatikan, dibina, dan dididik sebagaimana mestinya agar mereka mencapai perkembangan yang optimal. Yakini juga setiap manusia memilki potensi dasar yang harus dikembangkan, tugas pendidik adalah bagaiamana ia mampu membantu siswa untuk menemukan bakatnya dan mampu mengembangkan dengan baik. Saya pernah mendengar sebuah pernyataan yang sungguh membuat hati saya miris, ”kalau anak tidak bisa dibina maka dibinasakan saja”. Apa yang anda pikirkan ketika anda membaca pernyataan itu?. Jika anda orang yang mengetahui bagaimana hakikat pendidikan pasti anda sangat tidak setuju bahkan menentang, namun itulah sebagian kecil yang terjadi di negeri kita. Rasa putus asa, sikap ketidakpedulian yang ditunjukan oleh pendidik ketika menghadapi siswa-siswa yang membutuhkan bimbingan khusus pada akhirnya akan membinasakan siswa itu sendiri.

PENDIDIKAN KARAKTER SOLUSI MENGATASI DEGRADASI MORAL


Perubahan sosial yang begitu cepat (rapid social change) yang diakibatkan perkembangan dan kemajuan yang terjadi secara jelas telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Banyak hal yang bisa kita lihat di sekeliling kita bagaimana perubahan itu bisa terjadi. Contohnya saja nilai-nilai religius dan sosial kemasyarakatan yang sangat dijunjung masyarakat telah berubah menjadi corak masyarakat yang mengesampingkan moral serta etika dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Corak hidup kebersamaan, gotong royong telah berubah menjadi corak masyarakat yang individualis. Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut sangat menuntut kesiapan dari anggota masyarakat. Ketika masyarakat tidak memiliki patokan/pedoman nilai-nilai yang kuat maka ia  bisa mengikuti arus perubahan  tersebut, dalam artian ia tidak mampu melakukan filterisasi terhadap mana yang baik dan mana yang buruk.

Selasa, 13 November 2012

PENGGUNAAN BAHASA “ALAY” MEWABAH DI KALANGAN REMAJA


Bahasa memegang peranan penting di dalam kehidupan manusia.Salah satu aspek penting dari bahasa ialah fungsi bahasa.Secara umum fungsi utama dari bahasa adalah sebagai alat komunikasi.Dengan adanya bahasa seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain, dengan adanya bahasa seseorang bisa bersosialisasi, bahkan dengan bahasa manusia dapat mengaktualisasikan diri.
Bahasa yang ada di dunia sangat banyak dan memiliki karakterisitk masing-masing. Tidak jarang seseorang mempelajari bahasa daerah lain atau negara lain, yang bertujuan agar dapat memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat menunjang kesuksesan bahkan keberlangsungan hidup di masa depan.
Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Perkembangan Bahasa di Indonesia sudah di mulai sejak zaman dahulu.Di mulai dari penggunaan bahasa yang sederhana, kemudian mengalami perkembangan, hingga bahasa secara jelas diucapkan secara verbal sehingga karakteristiknya menjadi nyata dan jelas.Bahasa Indonesia yang kita gunakan baru diresmikan pada tanggal 28 oktober 1928 yakni ketika sumpah pemuda.
Bahasa Indonesia merupakan perkembangan dari bahasa melayu. Namun pada saat sekarang ini kita tidak dapat mengatakan bahwa bahasa Indonesia sama dengan bahasa melayu, hal ini dikarenakan bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan, hingga mengalami perubahan pada elemen kata, tata penulisan maupun pengucapan.
Era globalisasi seperti saat sekarang ini menuntut orang harus mampu mengusasi ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di kalangan generasi muda.Orientasi pendidikan pun ditujukan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, bahasa Indonesia memegang perananyang penting. Di samping bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berpedoman pada kurikulum pendidikan, mata pelajaran bahasa Indonesia tidak pernah terlepassejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Bahkan pembelajaran bahasa Indonesia bukan hanya di ajarkan di dalam negeri, namun ada beberapa Negara lain yang menyelenggarakan kelas bahasa Indonesia, salah satunya adalah Thailand.

Kamis, 08 November 2012

PERAN SASTRA MELAYU TERHADAP GERAKAN KESADARAN MELAYU (Sebuah tinjauan pada masa Kerajaan dan masa kini)



A. Peran Sastra Melayu Terhadap Gerakan Kesadaran Melayu Pada Masa Kerajaan
Gerakan kesadaran adalah sebuah gerakan yang mengatas namakan diri sendiri atau kelompok untuk mencapai kemajuan dan kebebasan. Gerakan kesadaran merupakan sesuatu hal yang mutlak di dalam kehidupan suatu bangsa. Di dalam dunia melayu sendiri, pada awalnya gerakan kesadaran di mulai dengan adanya keinginan diri membentuk negeri atau watak bangsa menjadi lebih maju dan unggul.
Dalam menumbuh kembangkan gerakan kesadaran, masyarakat melayu pada zaman kerajaan menggunakan berbagai cara. Salah satu cara yang menjadi ujung tombak dan sangat berperan pada saat itu adalah penggunaan satra melayu.
Sastra melayu bukan hanya sekedar buah pemikiran sastrawan yang menggunakan pola imajinatif saja, tetapi sastra melayu dapat di gunakan untuk mengkritik,  membangun sebuah realitas sosial dan Sebagai alat pengendali sosial. Banyak sastrawan yang menggunakan media sastra sebagai alat untuk melakukan pembenahan, bahkan membangun sebuah gerakan kesadaran yang bertujuan mendorong masyarakat menuju kepada kemajuan.
Penggunaan sastra melayu untuk menumbuhkan gerakan kesadaran pada masa kerajaan memanglah merupakan jalan yang sangat integratif dengan kebudayaan tempatan dan yang terpenting memiliki nilai korelasi yang sangat tinggi dengan nilai-nilai agama. Resam, adat dan Agama Islam merupakan tiga sistem nilai yang mendasar dalam kehidupan orang melayu. Orang-orang melayu yang identik dengan Islam terus berusaha mempertahankan kegemilangan dan nilai-nilai yang di anut pada saat itu. Penggunaan media sastra memang di tujukan untuk semua aspek kehidupan masyarakat, namun yang paling menonjol adalah peran sastra melayu dalam  membangun kesadaran masyarakat tentang penegakan syariat Islam. Dengan kata lain sastra melayu merupakan sarana dakwah bagi satrawan-sastrawan pada saat itu. Hal tersebut terbukti efektif, masyarakat memiliki antusias yang sangat besar terhadap sastra dan Islam.
Selain dalam hal tersebut, sebenarnya masih banyak lagi karya sastra yang secara khusus memberikan stimulus kepada masyarakat melayu pada masa kerajaan untuk terus bergerak mendengungkan sebuah kebenaran. Menyadarkan penguasa untuk berlaku adil, mendorong masyarakat untuk tidak jemu menuntut Ilmu dan mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan kedaulatan negeri merupakan tema-tema sastra yang di kobarkan pada saat itu