Perubahan sosial yang begitu cepat (rapid social change) yang diakibatkan perkembangan
dan kemajuan yang terjadi secara jelas telah mempengaruhi gaya hidup
masyarakat. Banyak hal yang bisa kita lihat di sekeliling kita bagaimana
perubahan itu bisa terjadi. Contohnya saja nilai-nilai religius dan sosial
kemasyarakatan yang sangat dijunjung masyarakat telah berubah menjadi corak masyarakat
yang mengesampingkan moral serta etika dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Corak hidup kebersamaan, gotong royong telah berubah menjadi corak masyarakat
yang individualis. Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut sangat menuntut
kesiapan dari anggota masyarakat. Ketika masyarakat tidak memiliki
patokan/pedoman nilai-nilai yang kuat maka ia
bisa mengikuti arus perubahan
tersebut, dalam artian ia tidak mampu melakukan filterisasi terhadap
mana yang baik dan mana yang buruk.
Selasa, 27 November 2012
Selasa, 13 November 2012
PENGGUNAAN BAHASA “ALAY” MEWABAH DI KALANGAN REMAJA
Bahasa
memegang peranan penting di dalam kehidupan manusia.Salah satu aspek penting
dari bahasa ialah fungsi bahasa.Secara umum fungsi utama dari bahasa adalah sebagai
alat komunikasi.Dengan adanya bahasa seseorang dapat berinteraksi dengan orang
lain, dengan adanya bahasa seseorang bisa bersosialisasi, bahkan dengan bahasa
manusia dapat mengaktualisasikan diri.
Bahasa
yang ada di dunia sangat banyak dan memiliki karakterisitk masing-masing. Tidak
jarang seseorang mempelajari bahasa daerah lain atau negara lain, yang
bertujuan agar dapat memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman
sehingga dapat menunjang kesuksesan bahkan keberlangsungan hidup di masa depan.
Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa
nasional. Perkembangan Bahasa di Indonesia sudah di mulai sejak zaman dahulu.Di
mulai dari penggunaan bahasa yang sederhana, kemudian mengalami perkembangan,
hingga bahasa secara jelas diucapkan secara verbal sehingga karakteristiknya
menjadi nyata dan jelas.Bahasa Indonesia yang kita gunakan baru diresmikan pada
tanggal 28 oktober 1928 yakni ketika sumpah pemuda.
Bahasa Indonesia merupakan perkembangan dari bahasa
melayu. Namun pada saat sekarang ini kita tidak dapat mengatakan bahwa bahasa
Indonesia sama dengan bahasa melayu, hal ini dikarenakan bahasa Indonesia terus
mengalami perkembangan, hingga mengalami perubahan pada elemen kata, tata
penulisan maupun pengucapan.
Era globalisasi seperti saat sekarang ini menuntut
orang harus mampu mengusasi ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di
kalangan generasi muda.Orientasi pendidikan pun ditujukan pada penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, bahasa Indonesia memegang perananyang
penting. Di samping bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar dalam
pendidikan, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berpedoman pada kurikulum pendidikan, mata pelajaran
bahasa Indonesia tidak pernah terlepassejak pendidikan dasar hingga pendidikan
tinggi. Bahkan pembelajaran bahasa Indonesia bukan hanya di ajarkan di dalam
negeri, namun ada beberapa Negara lain yang menyelenggarakan kelas bahasa
Indonesia, salah satunya adalah Thailand.
Kamis, 08 November 2012
PERAN SASTRA MELAYU TERHADAP GERAKAN KESADARAN MELAYU (Sebuah tinjauan pada masa Kerajaan dan masa kini)
A. Peran Sastra Melayu Terhadap Gerakan
Kesadaran Melayu Pada Masa Kerajaan
Gerakan kesadaran adalah
sebuah gerakan yang mengatas namakan diri sendiri atau kelompok untuk mencapai
kemajuan dan kebebasan. Gerakan kesadaran merupakan sesuatu hal yang mutlak di
dalam kehidupan suatu bangsa. Di dalam dunia melayu sendiri, pada awalnya gerakan kesadaran di mulai
dengan adanya keinginan diri membentuk negeri atau watak bangsa menjadi lebih
maju dan unggul.
Dalam menumbuh kembangkan
gerakan kesadaran, masyarakat melayu pada zaman kerajaan menggunakan berbagai
cara. Salah satu cara yang menjadi ujung tombak dan sangat berperan pada saat
itu adalah penggunaan satra melayu.
Sastra melayu bukan hanya sekedar buah pemikiran sastrawan yang
menggunakan pola imajinatif saja, tetapi sastra melayu dapat di gunakan untuk
mengkritik, membangun sebuah realitas
sosial dan Sebagai alat pengendali sosial. Banyak sastrawan yang menggunakan
media sastra sebagai alat untuk melakukan pembenahan, bahkan membangun sebuah
gerakan kesadaran yang bertujuan mendorong masyarakat menuju kepada kemajuan.
Penggunaan sastra melayu untuk menumbuhkan gerakan kesadaran pada masa
kerajaan memanglah merupakan jalan yang sangat integratif dengan kebudayaan tempatan
dan yang terpenting memiliki nilai korelasi yang sangat tinggi dengan
nilai-nilai agama. Resam, adat dan Agama Islam merupakan tiga sistem nilai yang
mendasar dalam kehidupan orang melayu. Orang-orang melayu yang identik dengan
Islam terus berusaha mempertahankan kegemilangan dan nilai-nilai yang di anut
pada saat itu. Penggunaan media sastra memang di tujukan untuk semua aspek
kehidupan masyarakat, namun yang paling menonjol adalah peran sastra melayu
dalam membangun kesadaran masyarakat
tentang penegakan syariat Islam. Dengan kata lain sastra melayu merupakan
sarana dakwah bagi satrawan-sastrawan pada saat itu. Hal tersebut terbukti
efektif, masyarakat memiliki antusias yang sangat besar terhadap sastra dan
Islam.
Selain dalam hal tersebut, sebenarnya masih banyak lagi karya sastra yang
secara khusus memberikan stimulus kepada masyarakat melayu pada masa kerajaan untuk
terus bergerak mendengungkan sebuah kebenaran. Menyadarkan penguasa untuk
berlaku adil, mendorong masyarakat untuk tidak jemu menuntut Ilmu dan mengajak
masyarakat untuk terus mempertahankan kedaulatan negeri merupakan tema-tema
sastra yang di kobarkan pada saat itu
Rabu, 07 November 2012
PENGERTIAN PENGUKURAN, PENILAIAN DAN EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menurut undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang
sistem pendidikan nasional pasal 57 ayat 1, evaluasi dilakukan dalam rangka
pengendalian mutu pendidikan nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelengara
pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, di antaranya terhadap
peserta didik, lembaga, dan program pendidikan.
Evaluasi yang dilakukan
tentu saja tidak dapat terlepas dari proses pengukuran dan penilaian. Bagi
sebagian besar pendidik, istilah pengukuran, penilaian, evaluasi adalah istilah
yang sering digunakan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Lebih khusus
bagi guru Bimbingan dan Konseling pelaksanaan pengukuran, penilaian dan
evaluasi terhadap program, proses maupun hasil pelayanan perlu dilaksanakan
sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan bimbingan dan konseling.
Namun permasalahan yang
timbul ternyata masih banyak pendidik belum mengetahui tentang hakikat
pengukuran, penilaian/assessment dan
evaluasi. Penggabungan makna maupun penyamaaan makna antara ketiganya masih
sering ditemui. Padahal penting bagi pendidik untuk mengetahui definisi ataupun
konsep ketiga hal tersebut agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi kekeliruan
maupun tump ang tindih.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat
dirumuskan masalah yaitu:
1.
Apa pengertian pengukuran, penilaian/assessment, dan evaluasi dalam bimbingan dan konseling?
2.
Apa perbedaan pengukuran, penilaian/assessment, dan evaluasi dalam bimbingan dan konseling?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka adapun
tujuannya yaitu:
1.
Mengetahui pengertian pengukuran, penilaian/assessment, dan evaluasi dalam bimbingan dan konseling.
2.
Mengetahui perbedaan pengukuran, penilaian/assessment, dan evaluasi dalam bimbingan dan konseling.
D. Manfaat
Adapun manfaat yang
diharapkan melalui penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagi pembaca: penulisan makalah ini dapat dijadikan referensi
untuk menambah pengetahuan tentang pengertian dan perbedaan antara pengukuran,
penilaian/assesment, dan evaluasi dalam bimbingan dan konseling.
Langganan:
Postingan (Atom)